<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rismaka On WordPress ©</title>
	<atom:link href="http://rismaka.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rismaka.wordpress.com</link>
	<description>Another Side Of Rismaka</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Jan 2012 05:06:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rismaka.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rismaka On WordPress ©</title>
		<link>http://rismaka.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rismaka.wordpress.com/osd.xml" title="Rismaka On WordPress ©" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rismaka.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tawasul yang Diperbolehkan dan Tawasul yang Syirik</title>
		<link>http://rismaka.wordpress.com/2011/01/13/tawasul-yang-diperbolehkan-dan-tawasul-yang-syirik/</link>
		<comments>http://rismaka.wordpress.com/2011/01/13/tawasul-yang-diperbolehkan-dan-tawasul-yang-syirik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Jan 2011 00:47:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rismaka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[akidah]]></category>
		<category><![CDATA[bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[orang soleh]]></category>
		<category><![CDATA[syar'i]]></category>
		<category><![CDATA[syirik]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[tawasul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rismaka.wordpress.com/2011/01/13/tawasul-yang-diperbolehkan-dan-tawasul-yang-syirik/</guid>
		<description><![CDATA[Tawasul artinya mendekatkan diri kepada Allah dengan melaksanakan ketaatan kepada-Nya, beribadah kepada-Nya, mengikuti petunjuk rasul-Nya, dan mengamalkan seluruh amalan yang dicintai dan diridhoi-Nya. Atau dengan kata lain seseorang melakukan suatu ibadah dengan maksud mendapatkan keridhaan Allah dan surga-Nya. Namun, sebagian kaum muslimin salah dalam memahami tawasul. Mereka bertawasul dengan orang-orang shalih dan wali yang sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rismaka.wordpress.com&amp;blog=3387991&amp;post=1665&amp;subd=rismaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tawasul artinya mendekatkan diri kepada Allah dengan melaksanakan ketaatan kepada-Nya, beribadah kepada-Nya, mengikuti petunjuk rasul-Nya, dan mengamalkan seluruh amalan yang dicintai dan diridhoi-Nya. Atau dengan kata lain seseorang melakukan suatu ibadah dengan maksud mendapatkan keridhaan Allah dan surga-Nya. Namun, sebagian kaum muslimin salah dalam memahami tawasul. Mereka bertawasul dengan orang-orang shalih dan wali yang sudah mati. Inilah yang mereka anggap sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah. Padahal hal tersebut dapat menjerumuskan mereka ke lembah kesyirikan.</p>
<p><span id="more-1665"></span><br />
<h3 align="center"><img alt="dua-tawasul" src="http://rismaka.files.wordpress.com/2011/01/dua-tawasul.jpg?w=450&#038;h=384" width="450" height="384" /></h3>
<h3>Tawasul yang Diperbolehkan</h3>
<p>Perlu diketahui bahwa tawasul dibagi menjadi dua yaitu tawasul syar’i dan tawasul bid’i. Tawasul syar’i adalah tawasul yang ditetapkan oleh syariat, yakni yang memiliki dalil dari Al Qur’an dan Hadits Nabawi. Maksudnya mengambil wasilah (perantara) untuk terkabulnya doa, yakni seseorang yang berdoa mengambil sebab-sebab yang dapat menjadikan terkabulnya doa. Sedangkan tawasul bid’i adalah tawasul yang tidak terdapat dalil yang membolehkannya, bahkan di antaranya merupakan perbuatan kesyirikan. Jenis tawasul syar’i yaitu:</p>
<ol>
<li><strong>Pertama:</strong> Bertawasul dengan zat Allah yang Maha Suci, dengan nama-nama-Nya yang baik, dengan sifat-sifat-Nya, atau dengan perbuatan-Nya. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Hanya milik Allah asmaa-ul husna , maka memohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu…” (QS. Al A’raf:180). Dalilnya juga adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam doa beliau, “… Aku memohon dengan setiap nama-Mu, yang Engkau memberi nama diri-Mu dengannya, atau yang Engkau ajarkan kepada salah satu makhluk-Mu, atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau Engkau sembunyikan dalam ilmu ghaib di sisi-Mu…” (H.R Ahmad. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih, Silsilah Ash Shahihah no. 199).</li>
<li><strong>Kedua:</strong> Bertawasul dengan amal shalih. Bertawasul dengan amal sholih juga diperbolehkan. Dalilnya adalah firman Allah (yang artinya), “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui“. (QS. Al Baqarah:127). Adapun dalil dari hadits yakni dalam kisah tiga orang yang terperangkap dalam gua. Mereka bertawasul dengan amal shalih yang mereka lakukan berupa berbuat baik kepada kedua orangtua, meninggalkan perbuatan zina, dan menunaikan hak orang lain, maka Allah mengabulkan doa mereka sehingga mereka dapat keluar dari goa karena sebab tawasul dalam doa yang mereka lakukan. Ini menunjukkan diperbolehkannya sesorang bertawasul dengan amal sholih.</li>
<li><strong>Ketiga:</strong> Bertawasul dengan doa orang lain. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala ketika mengkisahkan anak-anak Nabi Ya’qub ‘alaihis salaam (yang artinya), “Mereka berkata: “Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)“.(QS. Yusuf:97). Sedangkan dalil dari hadits adalah doa Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk ‘Ukasyah bin Mihson radhiyallhu ‘anhu. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memohon kepada Allah agar menjadikan ‘Ukasyah termasuk tujuh puluh ribu golongan yang masuk surga tanpa hisab.</li>
</ol>
<h3>Para Sahabat Bertawasul dengan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salaam</h3>
<p>Semasa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup, di antara para sahabat ada yang bertawasul dengan beliau. Seorang arab badui pernah menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di saat beliau sedang berkhotbah dan ia meminta didoakan oleh beliau. Demikian pula yang dilakukan sahabat ‘Ukasyah bin Mihson adalah contoh bertawasul lewat perantaraan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun yang perlu diingat, yang dilakukan oleh para sahabat tersebut adalah saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup.</p>
<p>Adapun setelah wafatnya beliau, maka hal ini tidak diperbolehkan. Oleh karena itu, ketika di masa khalifah ‘Umar radhiyallahu ‘anhu terjadi kekeringan, mereka tidak meminta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar berdoa kepada Allah untuk meminta hujan karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah tiada. Namun ‘Umar meminta kepada ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhu, paman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. ‘Umar berkata, “Ya Allah, sesungguhnya kami dulu bertawasul kepada-Mu dengan Nabi kami maka Engkau menurunkan hujan kepada kami. Sekarang kami bertawasul kepada-Mu dengan paman Nabi kami maka turunkanlah hujan kepada kami” (H.R Bukhori). Akhirnya, Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan hujan kepada mereka melalui perantaraan do’a Abbas.</p>
<h3>Bertawasul dengan Doa, Bukan Dengan Zat</h3>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan, “Adapun yang dimaksud tawasul dengan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam perkataan para sahabat radhiyallahu ‘anhum adalah bertawasul dengan doa dan syafaat Nabi”. Beliau melanjutkan lagi, “ Adapun tawasul dengan doa dan syafaat sebagaimana yang dilakukan ‘Umar adalah bertawasul dengan doa, bukan bertawasul dengan zat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seandainya itu merupakan tawasul dengan zat beliau, maka tentu bertawasul kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih utama daripada dengan ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhu.</p>
<p>Ketika mereka berpaling dari bertawasul dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun mereka bertawasul dengan ‘Abbas, maka dari sini kita ketahui bahwa bertawasul dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya berlaku ketika beliau masih hidup dan terlarang setelah wafatnya beliau.” Maka nyatalah kebatilan perbuatan sebagian kaum muslimin yang bertawasul dengan zat dan kedudukan orang-orang shalih yang telah meninggal.</p>
<h3>Tawasul Terlarang</h3>
<p>Tawasul yang terlarang adalah tawasul yang dilakukan oleh kaum musyrikin, sebagaimana Allah sebutkan dalam Al Quran (yang artinya), “Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”.” (QS. Az Zumar:3). Dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman, “Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfa’atan, dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah” (QS. Yunus:18).</p>
<p>Kedua ayat di atas menggambarkan kondisi kaum musyrikin di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka menyembah selain Allah sebagai perantara, mendekatkan mereka kepada Allah dan memberi syafaat bagi mereka. Mereka tidak semata-mata meminta kepada sesembahan mereka, namun sesembahan mereka hanyalah sebagai perantara dan pemberi syafaat. Kondisi ini sama persis dengan yang dilakukan kaum musyrikin zaman kita. Mereka menganggap wali yang sudah meninggal dapat menjadi perantara dan pemberi syafaat bagi mereka.</p>
<h3>Bertawasul dengan Kedudukan Orang Shalih</h3>
<p>Sebagian orang melakukan tawasul dengan jah (kedudukan) orang shalih yang sudah meninggal. Mereka mengatakan, “Demi kehormatan Nabi-Mu atau demi kehormatan wali fulan…”. Tawasul yang demikian ini terlarang, ditinjau dari dua sisi. Pertama, berarti dia telah bersumpah dengan selain Allah, sedangkan bersumpah dengan selain Allah adalah haram, bahkan termasuk syirik yaitu syirik asghar (syirik kecil). Kedua, orang itu berarti mempunyai keyakinan bahwa seseorang memiliki hak atas diri Allah. Padahal seseorang itu tidaklah memiliki hak selain yang telah Allah anugerahkan kepadanya.</p>
<p>Inilah beberapa fenomena tawasul yang tersebar di masyarakat. Sebagiannya salah dalam memahami dan mengamalkan tawasul sehingga terjerumus dalam keharaman, bahkan kesyirikan. Wallahul musta’an.</p>
<p>[Diringkas dengan sedikit perubahan dan tambahan dari Kitab Al Mufiid fii Muhammaati at Tauhid hal 215-222 karya Dr. ‘Abdul Qodir as Shufi, Penerbit Daar Adwaus Salaf, cetakan pertama 1428/2007]</p>
<p>Sumber: <a href="http://muslim.or.id/aqidah/tawasul-syar%e2%80%99i-vs-tawasul-syirik.html">muslim.or.id</a></p>
<br /> Tagged: <a href='http://rismaka.wordpress.com/tag/akidah/'>akidah</a>, <a href='http://rismaka.wordpress.com/tag/bidah/'>bid'ah</a>, <a href='http://rismaka.wordpress.com/tag/doa/'>doa</a>, <a href='http://rismaka.wordpress.com/tag/orang-soleh/'>orang soleh</a>, <a href='http://rismaka.wordpress.com/tag/syari/'>syar'i</a>, <a href='http://rismaka.wordpress.com/tag/syirik/'>syirik</a>, <a href='http://rismaka.wordpress.com/tag/tauhid/'>Tauhid</a>, <a href='http://rismaka.wordpress.com/tag/tawasul/'>tawasul</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rismaka.wordpress.com/1665/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rismaka.wordpress.com/1665/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rismaka.wordpress.com/1665/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rismaka.wordpress.com/1665/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rismaka.wordpress.com/1665/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rismaka.wordpress.com/1665/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rismaka.wordpress.com/1665/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rismaka.wordpress.com/1665/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rismaka.wordpress.com/1665/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rismaka.wordpress.com/1665/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rismaka.wordpress.com/1665/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rismaka.wordpress.com/1665/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rismaka.wordpress.com/1665/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rismaka.wordpress.com/1665/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rismaka.wordpress.com&amp;blog=3387991&amp;post=1665&amp;subd=rismaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rismaka.wordpress.com/2011/01/13/tawasul-yang-diperbolehkan-dan-tawasul-yang-syirik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0d39ba02e2544ac613814448dcf801a9?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shaquille</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rismaka.files.wordpress.com/2011/01/dua-tawasul.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dua-tawasul</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Memasang Flash di WordPress.com</title>
		<link>http://rismaka.wordpress.com/2010/07/05/cara-memasang-flash-wordpress-com/</link>
		<comments>http://rismaka.wordpress.com/2010/07/05/cara-memasang-flash-wordpress-com/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 06:10:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rismaka</dc:creator>
				<category><![CDATA[WordPress]]></category>
		<category><![CDATA[animasi]]></category>
		<category><![CDATA[flash]]></category>
		<category><![CDATA[widget]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress.com]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rismaka.wordpress.com/?p=1646</guid>
		<description><![CDATA[Cara menampilkan atau memasang animasi flash di blog wordpress.com sebenarnya sangat mudah, yaitu dengan menggunakan beberapa baris kode dari Gigya. Tips lengkap memasang animasi flash di blog wordpress.com telah dijelaskan di artikel Menampilkan Animasi Flash di Blog WordPress.com Tambahkan beberapa baris kode dari Gigya berikut ini untuk memasang flash, baik di halaman posting maupun di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rismaka.wordpress.com&amp;blog=3387991&amp;post=1646&amp;subd=rismaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cara menampilkan atau memasang animasi flash di blog wordpress.com sebenarnya sangat mudah, yaitu dengan menggunakan beberapa baris kode dari Gigya. Tips lengkap memasang animasi flash di blog wordpress.com telah dijelaskan di artikel <a href="http://www.rismaka.net/2010/07/menampilkan-animasi-flash-blogwordpress-com.html">Menampilkan Animasi Flash di Blog WordPress.com</a></p>
<p><span id="more-1646"></span></p>
<p>Tambahkan beberapa baris kode dari Gigya berikut ini untuk memasang flash, baik di halaman posting maupun di sidebar.</p>
<p><pre class="brush: php;">
(gigya width=&quot;300&quot; height=&quot;250&quot; src=&quot;http://namadomain.com/flash/namaflash.swf&quot; quality=&quot;autohigh&quot; loop=&quot;false&quot; wmode=&quot;transparent&quot; menu=&quot;false&quot; allowScriptAccess=&quot;sameDomain&quot;)
</pre></p>
<p><strong>Penting:</strong> Ganti tanda kurung buka menjadi tanda [ dan kurung tutup menjadi ], agar kode di atas dapat bekerja</p>
<p><strong>Parameter:</strong></p>
<ul>
<li>http://namadomain.com/flash/namaflash.swf adalah alamat URL flash yang akan dipasang.</li>
<li>width=&#8221;300&#8243; height=&#8221;250&#8243; adalah tinggi dan lebar animasi flash.</li>
</ul>
<h3>Contoh Tampilan Flash di Posting</h3>
<p align="center"><iframe frameborder="0" width="308" height="258" src="http://wpcomwidgets.com/?width=300&amp;height=250&amp;src=http%3A%2F%2Fwww.widgipedia.com%2Fwidgets%2Forido%2FAmazingBlue-4577-8192_134217728.widget%3F__install_id%3D1248336094072%26__view%3Dexpanded&amp;quality=autohigh&amp;loop=false&amp;wmode=transparent&amp;menu=false&amp;allowscriptaccess=sameDomain&amp;_tag=gigya&amp;_hash=baec28ec9be0a710dab9392f6ffd3fd1" id="baec28ec9be0a710dab9392f6ffd3fd1"></iframe></p>
<h4>Animasi flash di atas menggunakan kode seperti berikut:</h4>
<p><pre class="brush: php;">
&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;(gigya width=&quot;300&quot; height=&quot;250&quot; src=&quot;http://www.widgipedia.com/widgets/orido/AmazingBlue-4577-8192_134217728.widget?__install_id=1248336094072&amp;amp;__view=expanded&quot; quality=&quot;autohigh&quot; loop=&quot;false&quot; wmode=&quot;transparent&quot; menu=&quot;false&quot; allowScriptAccess=&quot;sameDomain&quot;)&lt;/p&gt;
</pre></p>
<p><strong>Penting:</strong> Ganti tanda kurungbuka menjaditanda [dan kurungtutup menjadi], agarkode diatas dapatbekerja</p>
<p>Selamat mencoba.</p>
<br /> Tagged: <a href='http://rismaka.wordpress.com/tag/animasi/'>animasi</a>, <a href='http://rismaka.wordpress.com/tag/flash/'>flash</a>, <a href='http://rismaka.wordpress.com/tag/widget/'>widget</a>, <a href='http://rismaka.wordpress.com/tag/wordpresscom/'>wordpress.com</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rismaka.wordpress.com/1646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rismaka.wordpress.com/1646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rismaka.wordpress.com/1646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rismaka.wordpress.com/1646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rismaka.wordpress.com/1646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rismaka.wordpress.com/1646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rismaka.wordpress.com/1646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rismaka.wordpress.com/1646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rismaka.wordpress.com/1646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rismaka.wordpress.com/1646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rismaka.wordpress.com/1646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rismaka.wordpress.com/1646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rismaka.wordpress.com/1646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rismaka.wordpress.com/1646/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rismaka.wordpress.com&amp;blog=3387991&amp;post=1646&amp;subd=rismaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rismaka.wordpress.com/2010/07/05/cara-memasang-flash-wordpress-com/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0d39ba02e2544ac613814448dcf801a9?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shaquille</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku dan Susilo Bambang Yudhoyono</title>
		<link>http://rismaka.wordpress.com/2010/05/23/aku-dan-susilo-bambang-yudhoyono/</link>
		<comments>http://rismaka.wordpress.com/2010/05/23/aku-dan-susilo-bambang-yudhoyono/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 May 2010 09:12:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rismaka</dc:creator>
				<category><![CDATA[nasihat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rismaka.wordpress.com/2010/05/23/aku-dan-susilo-bambang-yudhoyono/</guid>
		<description><![CDATA[Aku adalah segelintir hamba Allah yang ditaqdirkan hidup di bumi Indonesia. Sedangkan SBY adalah presiden dan pemimpinku. Dan yang aku ketahui beliau adalah sorang muslim dan aku belum pernah melihat beliau melakukan tindakan kekufuran yang nyata. Kewajibanku, sebagai anak bangsa adalah selalu mentaati perintahnya selama perintah itu tidak melanggar syari&#8217;at Tuhanku. Presiden RI: Susilo Bambang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rismaka.wordpress.com&amp;blog=3387991&amp;post=1644&amp;subd=rismaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku adalah segelintir hamba Allah yang ditaqdirkan hidup di bumi Indonesia. Sedangkan <abbr title="Susilo Bambang Yudhoyono">SBY</abbr> adalah presiden dan pemimpinku. Dan yang aku ketahui beliau adalah sorang muslim dan aku belum pernah melihat beliau melakukan tindakan kekufuran yang nyata. Kewajibanku, sebagai anak bangsa adalah selalu mentaati perintahnya selama perintah itu tidak melanggar syari&#8217;at Tuhanku.</p>
<p align="center"><img hspace="5" alt="sby" src="http://rismaka.files.wordpress.com/2010/05/sby.jpg?w=450&#038;h=311" width="450" height="311" /></p>
<p align="center"><strong><em>Presiden RI: Susilo Bambang Yudhoyono</em></strong></p>
<p><span id="more-1644"></span>
<p>Allah Yang Maha Mulia berfirman: &#8220;<em>Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya dan taatilah ulil amri diantara kalian</em>&#8220;.</p>
<p>Ayat ini adalah sangat jelas bahwasannya Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk mentaati Allah dan Rasul-Nya serta mentaati Ulil Amri.</p>
<p>Diterangkan oleh Ibnu Katsir di dalam kitab tafsirnya, bahwa makna ulil amri adalah &#8216;Ulama dan &#8216;Umara. Ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah ketaatan mutlaq. Sedangkan ketaatan kepada pemrintah adalah ketaatan yang tidak mutlaq. Artinya, selama perintah itu tidak bertentangan dengan perintah Allah dan Rasul-Nya maka kita wajib mentaatinya.</p>
<p>Nabi kita juga telah bersabda dalam hadits dari Irbath bin Suriyah radhiyallahu &#8216;anhu: &#8220;<em>Dengar dan taatilah! Walaupun yang memerintah kalian adalah seorang budak</em>&#8220;.</p>
<p>Sebagai seorang muslim, mestinya berbaik sangka kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak mungkin Allah dan Rasul-Nya memerintahkan hamba-Nya agar hamba-Nya itu celaka. Itu sangat tidak mungkin. Karena hal itu bertentangan dengan sifat Rahmat Allah dan juga bertentangan dengan sifat Rasul-Nya yang sangat menginginkan kebaikan kepada umatnya.</p>
<p>Tapi aku sangat sedih. Era reformasi telah merubah wajah umat Islam di negeriku ini. Sehingga era reformasi diartikulasikan sebagai kebebsan dalam berfikir, kebebasan dalam berpendapat tanpa ada batasnya. Yang mestinya itu tidak boleh terjadi pada insan yang beradab.</p>
<p>Mimbar-mimbar jum&#8217;at yang semestinya dijadikan saran untuk menasehati umat, menyeru kaum muslimin agar selalu beriman dan bertaqwa kepada Allah, telah berubah menjadi ajang untuk menguliti dan menelanjangi aib-aib penguasa. Sumpah serapah, caci makian dan kata-kata kotor lainnya tanpa ada rasa adab santun sedikitpun. Wallahi! Perbuatan semacam ini tidak ada manfaatnya sedikitpun baik bagi para penguasa ataupun rakyatnya. Justru yang akan terjadi adalah semakin dendamlah penguasa dengan rakyatnya. Dan rakyat akan semakin benci dan murka kepada pemerintahnya. Ya Allah, ampunilah kami.</p>
<p>Kita tidak memungkiri banyak terjadi kesalahan dan kekurangan pada para penguasa. Akan tetapi, kesalahan penguasa itu bukan berarti kita boleh untuk keluar dari ketaatan dalam perkara yang ma&#8217;ruf.</p>
<p>Nabi kita Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam telah bersabda: &#8220;<em>Dengar dan taatlah sekalipun hartamu diambil dan punggungmu dipukul</em>&#8220;.</p>
<p>Hadits ini memberikan pengertian kalaupun sampai sampai terjadi penguasa itu merampas harta kita dan memukul punggung kita, maka kita tetap wajib mentaati dalam perkara yang ma’ruf. Sedangkan hak-hak kita yang dirampas oleh penguasa maka kita minta kepada Allah balasannya.</p>
<p>Jadi, penguasa itu wajib di taati dalam bingkai ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.</p>
<p>Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: &#8220;<em>Barang siapa taat kepada penguasa, maka dia telah taat kepadaku dan barang siapa yang durhaka kepada penguasa berarti dia telah durhaka kepadaku</em>&#8220;.</p>
<p>Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam juga bersabda: &#8220;<em>Barang siapa taat kepadaku, berarti dia telah mentaati Allah dan barang siapa yang durhaka kepadaku berarti dia telah durhaka kepada Allah dan barang siapa yang taat kepada pemimpin berarti dia telah taat kepadaku dan barang siapa yang durhaka kepada pemimpin berarti dia telah durhaka kepadaku</em>&#8220;. (HR. Bukhari-Muslim)</p>
<p>Dengan demikian, menjadi jelaslah. Bahwa kesalahan penguasa itu bukan berarti kita boleh kudeta dan keluar dari ketaatan. Dari Auf bin Malik radhiyallahu &#8216;anhu dia berkata bahwa Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: &#8220;<em>Ketahuilah! Bahwa barang siapa yang dipimpin oleh seorang penguasa lalu dia melihat penguasa tersebut melakukan perbuatan maksiat, maka hendaklah dia membenci perbuatan maksiat tersebut dan tidak melepaskan ketaatan kepadanya</em>&#8220;.</p>
<p>Mungkin masih ada yang belum puas dengan hadits-hadits di atas sebagai hujjah untuk taat kepada penguasa walaupun ada kedhaliman pada penguasa tersebut.</p>
<p>Baiklah&#8230; sekarang bandingkan. Lebih dhalim mana antara penguasa kita <abbr title="Susilo Bambang Yudhoyono">SBY</abbr> dengan Hajjats bin Yusuf. Barang kali, semua telah tau bagaimana kejam dan kedhalimannya. Sekian banyak kaum muslimin bahkan para &#8216;ulama yang mati ditangan Hajjats ini. Sampai-sampai seorang tabi’in yang bernama Zubair bin &#8216;Adi beliau mendatangi Anas bin Malik –sisa shahabat yang masih hidup pada masa itu-. Zubair bin &#8216;Adi mengeluhkan kejamnya penguasa Hajjats bin Yusuf. Maka Anas berkata kepadanya :</p>
<p>Kata Anas bin Malik; &#8220;<em>Bersabarlah kalian karena sesungguhnya tidaklah dating kepada kalian suatu zaman melainkan setelahnya lebih buruk dari sebelumnya hingga kalian menemui Rabbmu (meninggal dunia). Aku telah mendengarnya dari Nabi kalian</em>&#8220;. (HR. Bukhari)</p>
<p>Lihatlah perkataan shahabat yang mulia ini. Dengan kedalaman dan keluasan ilmunya Anas radhiyallahu &#8216;anhu tidak gegabah dalam menentukan suatu keputusan hukum. Karena beliau memiliki pandangan jauh ke depan. Serta pengetahuan beliau terhadap realita yang dialami umat manusia. Kalau seandainya Anas radhiyallahu &#8216;anhu perintahkan kepada Zubair bin &#8216;Adi untuk memberontak mungkin akan terjadi kerusakan yang lebih besar dan korbannya akan semakin banyak berjatuhan.</p>
<p>Sekarang, bandingkan dengan <abbr title="Susilo Bambang Yudhoyono">SBY</abbr>. Pernahkah harta kita diambil olehnya? Pernahkah punggung kita dipukul olehnya? Pernahkah beliau membantai kaum muslimin? Pernahkah beliau membunuh para &#8216;Ulama?</p>
<p>Kalau seandainya kita jawab belum pernah. Maka alas an apa yang menghalangi kita untuk taat kepadanya?</p>
<p><strong>Sumber:</strong> <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2010/05/18/aku-dan-sby/" rel="nofollow">salafiyunpad.wordpress.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rismaka.wordpress.com/1644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rismaka.wordpress.com/1644/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rismaka.wordpress.com/1644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rismaka.wordpress.com/1644/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rismaka.wordpress.com/1644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rismaka.wordpress.com/1644/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rismaka.wordpress.com/1644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rismaka.wordpress.com/1644/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rismaka.wordpress.com/1644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rismaka.wordpress.com/1644/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rismaka.wordpress.com/1644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rismaka.wordpress.com/1644/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rismaka.wordpress.com/1644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rismaka.wordpress.com/1644/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rismaka.wordpress.com&amp;blog=3387991&amp;post=1644&amp;subd=rismaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rismaka.wordpress.com/2010/05/23/aku-dan-susilo-bambang-yudhoyono/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0d39ba02e2544ac613814448dcf801a9?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shaquille</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rismaka.files.wordpress.com/2010/05/sby.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sby</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Orang Berilmu, Zuhud dan Wara, Namun Tidak Bernilai di Sisi Allah</title>
		<link>http://rismaka.wordpress.com/2010/05/23/orang-berilmu-zuhud-dan-wara-namun-tidak-bernilai-di-sisi-allah/</link>
		<comments>http://rismaka.wordpress.com/2010/05/23/orang-berilmu-zuhud-dan-wara-namun-tidak-bernilai-di-sisi-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 May 2010 08:20:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rismaka</dc:creator>
				<category><![CDATA[nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[dzalim]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kehormatan]]></category>
		<category><![CDATA[lisan]]></category>
		<category><![CDATA[wara]]></category>
		<category><![CDATA[zuhud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rismaka.wordpress.com/2010/05/23/orang-berilmu-zuhud-dan-wara-namun-tidak-bernilai-di-sisi-allah/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Termasuk keanehan bahwasannya seseorang mudah dalam menjaga diri dari memakan barang haram, berbuat zhalim, berzina, mencuri, minum khamr, melihat perkara yang tidak dibolehkan, dan sebagainya, <strong>tetapi dia sangat sulit dalam menjaga gerak lisannya</strong>.</p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rismaka.wordpress.com&amp;blog=3387991&amp;post=1642&amp;subd=rismaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ibnul Qayyim <em>rahimahullah</em> memberikan nasehat yang patut direnungkan oleh setiap kita yang mempelajari ilmu syar&#8217;i. Beliau berkata:</p>
<blockquote>
<p>Termasuk keanehan bahwasannya seseorang mudah dalam menjaga diri dari memakan barang haram, berbuat zhalim, berzina, mencuri, minum khamr, melihat perkara yang tidak dibolehkan, dan sebagainya, <strong>tetapi dia sangat sulit dalam menjaga gerak lisannya</strong>. Akibatnya, kamu melihat seseorang yang dijadikan panutan dalam agama, zuhud, dan ibadah, berbicara dengan kalimat-kalimat yang mendatangkan kemurkaan Allah tanpa ambil peduli, padahal satu kalimat saja bisa membuatnya jatuh dengan jarak yang lebih jauh daripada jarak antara timur dan barat.</p>
<p>Berapa banyak kamu melihat seseorang yang menjaga diri dari kedzaliman dan perbuatan keji, namun ia mencela kehormatan orang-orang yang sudah mati maupun yang masih hidup, tanpa sedikit pun peduli terhadap apa yang dikatakannya.</p>
</blockquote>
<p align="center"><img hspace="5" alt="ittaqillah" src="http://rismaka.files.wordpress.com/2010/05/ittaqillah.jpg?w=450&#038;h=338" width="450" height="338" /></p>
<p><strong>Sumber:</strong> <a href="http://alashree.wordpress.com/2010/05/21/alim-lisaan/" rel="nofollow">alashree.wordpress.com</a></p>
<br /> Tagged: <a href='http://rismaka.wordpress.com/tag/dzalim/'>dzalim</a>, <a href='http://rismaka.wordpress.com/tag/ilmu/'>ilmu</a>, <a href='http://rismaka.wordpress.com/tag/islam/'>islam</a>, <a href='http://rismaka.wordpress.com/tag/kehormatan/'>kehormatan</a>, <a href='http://rismaka.wordpress.com/tag/lisan/'>lisan</a>, <a href='http://rismaka.wordpress.com/tag/wara/'>wara</a>, <a href='http://rismaka.wordpress.com/tag/zuhud/'>zuhud</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rismaka.wordpress.com/1642/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rismaka.wordpress.com/1642/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rismaka.wordpress.com/1642/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rismaka.wordpress.com/1642/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rismaka.wordpress.com/1642/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rismaka.wordpress.com/1642/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rismaka.wordpress.com/1642/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rismaka.wordpress.com/1642/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rismaka.wordpress.com/1642/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rismaka.wordpress.com/1642/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rismaka.wordpress.com/1642/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rismaka.wordpress.com/1642/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rismaka.wordpress.com/1642/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rismaka.wordpress.com/1642/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rismaka.wordpress.com&amp;blog=3387991&amp;post=1642&amp;subd=rismaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rismaka.wordpress.com/2010/05/23/orang-berilmu-zuhud-dan-wara-namun-tidak-bernilai-di-sisi-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0d39ba02e2544ac613814448dcf801a9?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shaquille</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rismaka.files.wordpress.com/2010/05/ittaqillah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ittaqillah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yufid.com: Islam Search Engine</title>
		<link>http://rismaka.wordpress.com/2010/05/18/yufid-com-islam-search-engine/</link>
		<comments>http://rismaka.wordpress.com/2010/05/18/yufid-com-islam-search-engine/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 May 2010 06:21:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rismaka</dc:creator>
				<category><![CDATA[info]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[mesin pencari]]></category>
		<category><![CDATA[search engine]]></category>
		<category><![CDATA[shahih]]></category>
		<category><![CDATA[terpercaya]]></category>
		<category><![CDATA[yufid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rismaka.wordpress.com/2010/05/18/yufid-com-islam-search-engine/</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkan Anda tersesat di belantara dunia maya? Mungkin Anda akan menjawab, &#8220;Seringkali,&#8221; atau bahkan, &#8220;Saya selalu tersesat.&#8221; Dunia maya adalah dunia tanpa tapal batas. Sekali Anda mengetikkan satu kata kunci (misal: Islam) ke dalam mesin pencari (Google, misalnya), maka Anda akan dibawa kepada ratusan ribu, jutaan, bahkan puluhan juta hasil pencarian. Itu semua adalah informasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rismaka.wordpress.com&amp;blog=3387991&amp;post=1640&amp;subd=rismaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img hspace="5" alt="yufid" align="left" src="http://rismaka.files.wordpress.com/2010/05/yufid.png?w=182&#038;h=83" width="182" height="83" />Pernahkan Anda tersesat di belantara dunia maya? Mungkin Anda akan menjawab, &#8220;Seringkali,&#8221; atau bahkan, &#8220;Saya selalu tersesat.&#8221;</p>
<p>Dunia maya adalah dunia tanpa tapal batas. Sekali Anda mengetikkan satu kata kunci (misal: Islam) ke dalam mesin pencari (Google, misalnya), maka Anda akan dibawa kepada ratusan ribu, jutaan, bahkan puluhan juta hasil pencarian. Itu semua adalah informasi yang berserakan di dunia maya, informasi yang shahih dan terpercaya bercampur dalam perangkap informasi-informasi yang menyesatkan, bagaimana Anda memilahnya?</p>
<p><span id="more-1640"></span>
<p>Yufid.com, dengan pertolongan Allah, mencoba memberikan satu solusi terhadap permasalahan yang kami gambarkan di atas. Berbagai website Islam dalam 3 bahasa (<a href="http://yufid.com/index.html">Indonesia</a>, <a href="http://yufid.com/en/index.html">Inggris</a>, dan <a href="http://yufid.com/ar/index.html">Arab</a>) kami kumpulkan, kami periksa dan kami sortir satu per satu, kemudian kami susun dan masukkan ke dalam teknologi mesin pencari Google yang sangat canggih. Hasilnya bisa Anda lihat di <a href="http://www.Yufid.com">www.Yufid.com</a>. Cobalah dan rasakan manfaatnya.</p>
<p>Yufid.com pada tahapan awal ini memberikan hasil pencarian khusus konten teks dalam 3 bahasa (Indonesia, Inggris, dan Arab). Silakan pilih menu bahasa untuk hasil pencarian sesuai dengan bahasa yang Anda inginkan. Tahap selanjutnya, insya Allah kami akan terus mengembangkan Yufid.com untuk hasil pencarian yang lebih luas lagi (misal: video, audio, gambar, dll).</p>
<h3>Kontribusi</h3>
<p>Anda dapat memberikan dukungan dan kontribusi pada pengembangan Yufid.com dan proyek-proyek pendidikan Islam kami yang lainnya.</p>
<p>Kontribusi seperti apakah? Anda dapat memberikan ide, saran, informasi website dan konten Islam, info ilmu pengetahuan dan teknologi, dan dana infaq pengembangan.</p>
<p>Silakan kirimkan via email ke: <a href="mailto:info@yufid.org">info@yufid.org</a></p>
<p>Tim Yufid</p>
<p><a href="http://www.yufid.com">www.yufid.com</a> (Islam Search Engine)<br />
<a href="http://www.yufid.org">www.yufid.org</a> (Official Website)</p>
<br /> Tagged: <a href='http://rismaka.wordpress.com/tag/berita/'>berita</a>, <a href='http://rismaka.wordpress.com/tag/informasi/'>informasi</a>, <a href='http://rismaka.wordpress.com/tag/islam/'>islam</a>, <a href='http://rismaka.wordpress.com/tag/mesin-pencari/'>mesin pencari</a>, <a href='http://rismaka.wordpress.com/tag/search-engine/'>search engine</a>, <a href='http://rismaka.wordpress.com/tag/shahih/'>shahih</a>, <a href='http://rismaka.wordpress.com/tag/terpercaya/'>terpercaya</a>, <a href='http://rismaka.wordpress.com/tag/yufid/'>yufid</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rismaka.wordpress.com/1640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rismaka.wordpress.com/1640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rismaka.wordpress.com/1640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rismaka.wordpress.com/1640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rismaka.wordpress.com/1640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rismaka.wordpress.com/1640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rismaka.wordpress.com/1640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rismaka.wordpress.com/1640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rismaka.wordpress.com/1640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rismaka.wordpress.com/1640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rismaka.wordpress.com/1640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rismaka.wordpress.com/1640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rismaka.wordpress.com/1640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rismaka.wordpress.com/1640/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rismaka.wordpress.com&amp;blog=3387991&amp;post=1640&amp;subd=rismaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rismaka.wordpress.com/2010/05/18/yufid-com-islam-search-engine/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0d39ba02e2544ac613814448dcf801a9?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shaquille</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rismaka.files.wordpress.com/2010/05/yufid.png" medium="image">
			<media:title type="html">yufid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Info Dauroh: Meraih Pertolongan Allah  Azza wa Jalla</title>
		<link>http://rismaka.wordpress.com/2010/03/30/info-dauroh-meraih-pertolongan-allah-azza-wa-jalla/</link>
		<comments>http://rismaka.wordpress.com/2010/03/30/info-dauroh-meraih-pertolongan-allah-azza-wa-jalla/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Mar 2010 15:24:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rismaka</dc:creator>
				<category><![CDATA[info]]></category>
		<category><![CDATA[abu haidar]]></category>
		<category><![CDATA[dauroh]]></category>
		<category><![CDATA[ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[padang]]></category>
		<category><![CDATA[pertolongan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rismaka.wordpress.com/2010/03/30/info-dauroh-meraih-pertolongan-allah-azza-wa-jalla/</guid>
		<description><![CDATA[Insya Allah akan diadakan Dauroh Ilmiah Islam V oleh Yayasan Dar el-Iman Padang, Sumatera Barat dengan tema: Meraih Pertolongan Allah Azza wa Jalla Dengan narasumber Al-Ustadz Abu Haidar as-Sundawi hafizhohullah dengan rangkaian acara sebagai berikut: Jumat 2 April 2010 bertema &#8220;Jalan Keluar Dari Berbagai Musibah&#8220; Sabtu 3 April 2010 bedah buku &#8220;Hidup Dalam Keterasingan&#8221; karya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rismaka.wordpress.com&amp;blog=3387991&amp;post=1638&amp;subd=rismaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Insya Allah akan diadakan Dauroh Ilmiah Islam V oleh Yayasan Dar el-Iman Padang, Sumatera Barat dengan tema:</p>
<h2 align="center">Meraih Pertolongan Allah Azza wa Jalla</h2>
<p>Dengan narasumber <strong>Al-Ustadz Abu Haidar as-Sundawi</strong> <em>hafizhohullah</em> dengan rangkaian acara sebagai berikut:</p>
<p><span id="more-1638"></span>
<ol>
<li>Jumat 2 April 2010 bertema &#8220;<strong>Jalan Keluar Dari Berbagai Musibah</strong>&#8220;</li>
<li>Sabtu 3 April 2010 bedah buku &#8220;<strong>Hidup Dalam Keterasingan</strong>&#8221; karya Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyah <em>rahimahullah</em></li>
</ol>
<p>Bertempat di Masjid Jabal Rahmah PT. Semen Padang, Indarung.</p>
<p align="center"><img height="423" alt="dauroh ilmiyah padang" hspace="5" src="http://rismaka.files.wordpress.com/2010/03/daurohilmiyahpadang.jpg?w=300&#038;h=423" width="300" /></p>
<p>Dauroh ini GRATIS dan terbuka untuk UMUM. (bagi yang mau makan siang melalui kepanitiaan, cukup Rp.8000,-). Info lebih lanjut, silahkan hubungi: ustadz Rahmat Ika Syahrial : 085263627094</p>
<br /> Tagged: <a href='http://rismaka.wordpress.com/tag/abu-haidar/'>abu haidar</a>, <a href='http://rismaka.wordpress.com/tag/dauroh/'>dauroh</a>, <a href='http://rismaka.wordpress.com/tag/ilmiah/'>ilmiah</a>, <a href='http://rismaka.wordpress.com/tag/info/'>info</a>, <a href='http://rismaka.wordpress.com/tag/informasi/'>informasi</a>, <a href='http://rismaka.wordpress.com/tag/padang/'>padang</a>, <a href='http://rismaka.wordpress.com/tag/pertolongan/'>pertolongan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rismaka.wordpress.com/1638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rismaka.wordpress.com/1638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rismaka.wordpress.com/1638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rismaka.wordpress.com/1638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rismaka.wordpress.com/1638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rismaka.wordpress.com/1638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rismaka.wordpress.com/1638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rismaka.wordpress.com/1638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rismaka.wordpress.com/1638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rismaka.wordpress.com/1638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rismaka.wordpress.com/1638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rismaka.wordpress.com/1638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rismaka.wordpress.com/1638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rismaka.wordpress.com/1638/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rismaka.wordpress.com&amp;blog=3387991&amp;post=1638&amp;subd=rismaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rismaka.wordpress.com/2010/03/30/info-dauroh-meraih-pertolongan-allah-azza-wa-jalla/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0d39ba02e2544ac613814448dcf801a9?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shaquille</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rismaka.files.wordpress.com/2010/03/daurohilmiyahpadang.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dauroh ilmiyah padang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sesungguhnya Allah Mendengar Doa Hamba-Nya</title>
		<link>http://rismaka.wordpress.com/2010/03/27/sesungguhnya-allah-mendengar-doa-hamba-nya/</link>
		<comments>http://rismaka.wordpress.com/2010/03/27/sesungguhnya-allah-mendengar-doa-hamba-nya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Mar 2010 11:39:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rismaka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rismaka.wordpress.com/2010/03/27/sesungguhnya-allah-mendengar-doa-hamba-nya/</guid>
		<description><![CDATA[Para pembaca yang semoga dirahmati Allah subhanahu wa ta&#8217;ala, do&#8217;a merupakan bentuk ibadah yang paling agung di sisi Allah ta&#8217;ala. Diriwayatkan dari shahabat Nu&#8217;man bin Basyir radhiyallahu&#8217;anhu bahwa Rasulullah shalallahu &#8216;alaihi wa salam bersabda, &#8220;Do&#8217;a adalah ibadah&#8221;, kemudian setelah itu beliau membaca ayat &#8220;Berdo&#8217;alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rismaka.wordpress.com&amp;blog=3387991&amp;post=1636&amp;subd=rismaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Para pembaca yang semoga dirahmati Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala</em>, do&#8217;a merupakan bentuk ibadah yang paling agung di sisi Allah <em>ta&#8217;ala</em>. Diriwayatkan dari shahabat Nu&#8217;man bin Basyir <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em> bahwa Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa salam</em> bersabda, <em>&#8220;Do&#8217;a adalah ibadah&#8221;</em>, kemudian setelah itu beliau membaca ayat <em>&#8220;Berdo&#8217;alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina&#8221;</em> (QS. Ghafir: 60) (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam <em>Adabul Mufrad</em> no.714)</p>
<p><span id="more-1636"></span>
<p style="text-align:justify;">Di dalam hadits lain Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa salam</em> bersabda tentang keutamaan do&#8217;a, <em>&#8220;Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah ta&#8217;ala selain do&#8217;a&#8221;</em> (HR. Ahmad no. 8733. Syu&#8217;iab Al Arnauth berkata bahwa hadits ini hasan)</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa salam</em> menyebutkan bahwa do&#8217;a adalah ibadah, artinya, do&#8217;a adalah rukun utama dalam ibadah kepada Allah <em>ta&#8217;ala</em>. Oleh karena itu, barang siapa yang enggan dan malas-malasan dalam beribadah, dapat dipastikan bahwa orang tersebut enggan untuk berdo&#8217;a dan memohon hidayah kepada Allah <em>ta&#8217;ala</em> . (Lihat <em>Fathul Baari</em>, 18/55)</p>
<p style="text-align:justify;">Do&#8217;a merupakan kunci dari segala macam kebaikan. Seorang hamba tidak akan mampu untuk melaksakan ketaatan kepada Allah <em>ta&#8217;ala</em> melainkan dengan taufiq dan hidayah dari Allah <em>ta&#8217;ala</em>. Taufiq dan hidayah Allah tidak lepas dari do&#8217;a seorang hamba kepada Rabb-nya. Oleh karena itu, Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa salam</em> mengajarkan sebuah do&#8217;a kepada Mua&#8217;dz bin Jabal <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em> agar dibaca setiap selesai sholat <em>&#8220;Allahumma a&#8217;inni &#8216;ala dzikrika wa syukrika wa husni &#8216;ibadatik&#8221; [Ya Allah, bantulah aku untuk selalu berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan memperbaiki ibadahku kepada-Mu]&#8220;.</em> (Sunan Abu Daud, 1522. Syaikh Al Albani berkata hadist ini shohih)</p>
<p style="text-align:justify;">Allah <em>ta&#8217;ala</em> menjanjikan akan mengabulkan do&#8217;a setiap hamba-Nya dan Allah <em>ta&#8217;ala</em> tidak akan menyelisihi janjinya. Bahkan Allah <em>ta&#8217;ala</em> akan marah ketika ada seorang hamba yang enggan berdo&#8217;a kepada-Nya. Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa salam</em> bersabda, &#8220;<em>Barangsiapa yang tidak mau berdo&#8217;a kepada Allah ta&#8217;ala, maka Allah murka kepadanya&#8221;</em> (HR. Tirmidzi no.3373. Syaikh Al Albani menilai hadits ini hasan). Ath Thibiy <em>rahimahullah</em> mengatakan, hadits ini menunjukkan bahwa Allah <em>ta&#8217;ala</em> sangat senang ketika seorang hamba berdo&#8217;a kepada Allah <em>ta&#8217;ala</em>. (Lihat <em>Fathul Baari</em>, 18/55)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Berdo&#8217;alah Hanya Kepada Allah <em>Ta&#8217;ala</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Para pembaca yang dimuliakan oleh Allah <em>ta&#8217;ala</em>, do&#8217;a merupakan salah satu bentuk ibadah kepada-Nya, dan ibadah hanyalah hak mutlak Allah <em>ta&#8217;ala</em>, tidak ada satu pun bentuk ibadah dari seorang hamba yang boleh ditujukan kepada selain Allah <em>ta&#8217;ala</em>. Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>&#8220;Dan siapakah yang lebih sesat dari pada orang yang berdo&#8217;a kepada selain Allah, tidak ada yang dapat memperkenankan do&#8217;anya sampai hari kiamat, dan mereka adalah orang-orang yang lalai dari do&#8217;a mereka&#8221;</em> (QS. Al Ahqaf: 5)</p>
<p style="text-align:justify;">Allah <em>ta&#8217;ala</em> adalah Dzat yang Maha Kaya dan Kuasa untuk mengabulkan permintaan seluruh hamba-Nya. Tidaklah akan mengurangi kekuasaan Allah sedikitpun seandainya Allah <em>ta&#8217;ala</em> memenuhi seluruh permintaan hambanya, kecuali hanya bagaikan berkurangnya air laut tatkala sebuah jarum dicelupkan ke dalamnya, artinya yang hilang itu tidak teranggap sama sekali. Maka hendaklah setiap muslim hanya mengadu dan berdo&#8217;a kepada Allah <em>ta&#8217;ala</em> dalam seluruh perkara yang dia hadapi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Mengapa Do&#8217;aku Tidak Kunjung Dikabulkan[?]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Banyak orang berdo&#8217;a kepada Allah <em>ta&#8217;ala</em>, akan tetapi banyak di antara mereka merasa do&#8217;anya tidak dikabulkan. Hal semacam ini sering menimpa kaum muslimin pada umumnya. Mereka berharap do&#8217;a yang dia panjatkan dapat segera terealisasi. Inilah yang disebut dengan &#8220;<span style="text-decoration:underline;">tergesa-gesa dalam berdo&#8217;a</span>&#8220;. Seorang muslim sudah sepatutnya menghindari sikap semacam ini, karena sikap tersebut merupakan salah satu penghalang terkabulnya do&#8217;a. Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa salam</em> bersabda, <em>&#8220;Akan dikabulkan do&#8217;a salah seorang di antara kalian selama tidak tergesa-gesa dalam berdo&#8217;a.&#8221;</em> Kemudian beliau ditanya, &#8220;Wahai Rasulullah bagaimanakah bentuk tergesa-gesa dalam berdo&#8217;a?&#8221; Beliau menjawab, <em>&#8220;Seseorang yang berdo&#8217;a kemudian mengatakan, &#8220;Aku telah berdo&#8217;a kepada Allah tetapi Allah tidak segera mengabulkan do&#8217;aku&#8221;</em>. (Sunan Ibnu Majah, Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)</p>
<p style="text-align:justify;">Ibnu Hajar <em>rahimahullah</em> menjelaskan bahwa seluruh do&#8217;a yang baik, hakikatnya dikabulkan oleh Allah <em>ta&#8217;ala</em>, akan tetapi dengan bentuk pengabulan yang bermacam-macam, terkadang Allah langsung memberikan apa yang diminta atau terkadang Allah memberikan pengganti yang serupa, sebagaimana sabda Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa salam</em>, <em>&#8220;Tidaklah seorang muslim berdo&#8217;a dengan do&#8217;a yang tidak mengandung dosa di dalamnya, tidak pula do&#8217;a yang memutus silaturahmi, melainkan Allah ta&#8217;ala akan memberikan satu di antara tiga hal: mungkin Allah akan merealisasikan do&#8217;a tersebut, atau mungkin dengan do&#8217;a tersebut Allah akan menyelamatkannya kelak di akhirat, atau mungkin Allah akan menghilangkan dari diri orang tersebut kesulitan yang semisal&#8221;.</em> (HR. Ahmad, derajatnya hasan shohih) (Lihat <em>Fathul Baari</em>, 18/55)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bersungguh-Sungguh dalam Berdo&#8217;a Kepada Allah <em>Ta&#8217;ala</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu tata cara do&#8217;a yang diajarkan oleh Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa salam</em> adalah bersungguh-sungguh dalam berdo&#8217;a kepada Allah <em>ta&#8217;ala</em>. Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa salam</em> bersabda, <em>&#8220;Jika salah seorang di antara kalian berdo&#8217;a, maka janganlah katakan: Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau menghendaki, akan tetapi bersungguh-sungguhlah dalam berdo&#8217;a, dan perbesarlah harapan, karena Allah tidak akan merasa keberatan dengan sesuatu yang Dia berikan kepada hamba-Nya&#8221;</em>. (HR. Muslim. no.2679)</p>
<p style="text-align:justify;">Hendaklah seorang muslim berdo&#8217;a kepada Allah <em>ta&#8217;ala</em> dengan do&#8217;a yang mencakup seluruh kebaikan di dunia maupun di akhirat. Sebagian orang berdo&#8217;a kepada Allah meminta kebaikan yang sangat terbatas, sebagian mereka berdo&#8217;a, &#8220;Ya Allah berikanlah kepadaku ini dan itu&#8221;, ataupun do&#8217;a yang semisalnya, yang hanya bersifat materi dan duniawi. Lihatlah bagaimana bentuk do&#8217;a yang diajarkan Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa salam</em>, dan beliau senantiasa mengulang-ulang <span style="color:black;">do&#8217;a</span> ini pada setiap kesempatan, <em>&#8220;Ya Allah, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jagalah kami dari siksaan api neraka&#8221;</em>. (HR. Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu cara bersungguh-sungguh dalam dalam ber<span style="color:black;">do&#8217;a</span> adalah memahami <span style="color:black;">do&#8217;a</span> yang diucapkan. Sebagian orang lalai dari memahami dan mengerti makna <span style="color:black;">do&#8217;a</span> yang diucapkan. Seakan-akan keluar dari mulut mereka lafadz-lafadz <span style="color:black;">do&#8217;a</span> berbahasa arab, sementara hati-hati mereka kosong akan makna <span style="color:black;">do&#8217;a</span> tersebut. Padahal Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa salam</em> bersabda, &#8220;Ber<em><span style="color:black;">do&#8217;a</span>lah kepada Allah dalam keadaan kalian yakin akan dikabulkan, ketahuilah bahwa Allah tidak menerima <span style="color:black;">do&#8217;a</span> dari hati yang lalai&#8221;</em>. (HR. Tirmidzi, dihasankan oleh Syaikh Al Albani)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Waktu-Waktu Mustajab untuk Ber<span style="color:black;">do&#8217;a</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa salam</em> telah menjelaskan tentang waktu-waktu yang mustajab untuk ber<span style="color:black;">do&#8217;a</span>. Di antaranya adalah saat sepertiga akhir malam, beliau bersabda, <em>&#8220;Sesungguhnya Rabb kami tabaraka wa ta&#8217;ala turun setiap malam turun ke langit dunia, hingga tersisa sepertiga malam terakhir, kemudian Allah berfirman (yang artinya): Barangsiapa yang ber<span style="color:black;">do&#8217;a</span></em><em>, maka akan Aku kabulkan; barangsiapa yang meminta, akan Aku beri; dan barangsiapa yang meminta ampun, Aku akan mengampuninya&#8221;</em> (HR. Bukhari)</p>
<p style="text-align:justify;">Waktu yang lainnya adalah waktu-waktu di antara adzan dan iqamah. Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa salam</em> bersabda, <em>&#8220;<span style="color:black;">Do&#8217;a</span> antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak&#8221;.</em> (HR.Abu Daud, Syaikh Al Albani menilai shahih)</p>
<p style="text-align:justify;">Di antara waktu lain yang mustajab untuk ber<span style="color:black;">do&#8217;a</span> adalah ketika sujud, Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa salam</em> bersabda, <em>&#8220;Saat terdekat seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika sujud, maka ketika itu perbanyaklah do&#8217;a&#8221;</em> (HR. Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Dan waktu-waktu lainnya yang terdapat keterangannya dalam hadits Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa salam.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Menjauhi Perkara-Perkara yang Diharamkan oleh Allah Subhanahu wa <em>Ta&#8217;ala</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu penghalang terkabulnya <span style="color:black;">do&#8217;a</span> seorang hamba adalah bergelimangnya hamba tersebut dengan benda-benda dan harta yang diharamkan oleh Allah <em>ta&#8217;ala</em>. Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa salam</em> pernah mengisahkan seorang laki-laki yang menempuh suatu perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu, dia menengadahkan kedua tanganya ke langit (ber<span style="color:black;">do&#8217;a</span> kepada Allah) : Ya Rabbi, Ya Rabbi. Padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan dia tumbuh dengan harta yang haram. Kemudian beliau mengatakan: <em>Bagaimana mungkin <span style="color:black;">do&#8217;a</span>nya bisa dikabulkan?</em> (HR. Muslim) Syaikh &#8216;Abdurrazaq Al Badr <em>hafidzohullah</em> menjelaskan bahwa hadits ini juga mengisyaratkan bahwa seorang yang ber<span style="color:black;">do&#8217;a</span> hendaklah menjauhi kemaksiatan dan segera bertaubat dari kemaksiatan yang dilakukan. (Rekaman ceramah Syaikh &#8216;Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Badr dengan judul <em>Fiqhu Ad Du&#8217;a</em>)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Mengangkat Tangan Ketika Ber<span style="color:black;">do&#8217;a</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Mengangkat tangan dalam ber<span style="color:black;">do&#8217;a</span> merupakan salah satu tuntutan dalam agama ini. Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa salam</em> bersabda, <em>&#8220;Sesungguhnya Rabbmu itu Maha Pemalu dan Maha Mulia, malu dari hamba-Nya jika ia mengangkat kedua tangannya (berdo&#8217;a) kepada-Nya kemudian menariknya kembali dalam keadaan hampa kedua tangannya.&#8221;</em> (HR. Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak diragukan lagi bahwa ber<span style="color:black;">do&#8217;a</span> dengan mengangkat tangan adalah disyariatkan bahkan merupakan sebab terkabulkannya <span style="color:black;">do&#8217;a</span>. Akan tetapi hal ini menyisakan sebuah pertanyaan, apakah mengangkat tangan disyariatkan dalam setiap <span style="color:black;">do&#8217;a</span>?</p>
<p style="text-align:justify;">Syaikh Muhammad bin Sholeh Al &#8216;Utsaimin <em>rahimahullah</em> menjelaskan bahwa <span style="color:black;">do&#8217;a</span> dalam masalah mengangkat tangan dirinci menjadi tiga rincian. Yang <span style="text-decoration:underline;">pertama</span> adalah <span style="color:black;">do&#8217;a</span> yang disyariatkan untuk mengangkat tangan, semacam <span style="color:black;">do&#8217;a</span> <em>istisqa&#8217;</em> (<span style="color:black;">do&#8217;a</span> meminta hujan), maka pada <span style="color:black;">do&#8217;a</span> ini disunnahkan mengangkat tangan. <span style="text-decoration:underline;">Kedua</span>, <span style="color:black;">do&#8217;a</span> yang tidak disyariatkan untuk mengangkat tangan, semisal <span style="color:black;">do&#8217;a</span>-<span style="color:black;">do&#8217;a</span> di dalam sholat, seperti <span style="color:black;">do&#8217;a</span> ketika sujud dan <span style="color:black;">do&#8217;a</span> setelah tasyahud, maka terlarang mengangkat tangan pada keadaan ini. Ketiga, <span style="color:black;">do&#8217;a</span> yang tidak ada keterangan, apakah mengangkat tangan ataukah tidak, maka <span style="color:black;">do&#8217;a</span> semacam ini kembali kepada hukum asal adab ber<span style="color:black;">do&#8217;a</span>, yaitu mengangkat tangan. (Lihat <em>Syarah Arbain Nawawiyah</em>, Ibnu Utsaimin, hal. 173)</p>
<p style="text-align:justify;">Syaikh Ali Hasan Al Halaby <em>hafidzohullahu</em> meringkas, tentang masalah mengangkat tangan ketika ber<span style="color:black;">do&#8217;a</span>. Intinya, ada tiga keadaan di mana seseorang disyariatkan mengangkat tangan ketika ber<span style="color:black;">do&#8217;a</span>. <span style="text-decoration:underline;">Pertama</span> adalah ketika <span style="color:black;">do&#8217;a</span> <em>istisqa&#8217;</em> (<span style="color:black;">do&#8217;a</span> meminta hujan). <span style="text-decoration:underline;">Kedua</span> adalah ketika <span style="color:black;">do&#8217;a</span> <em>qunut</em> dan yang <span style="text-decoration:underline;">ketiga</span> adalah ketika ber<span style="color:black;">do&#8217;a</span> dengan <span style="color:black;">do&#8217;a</span> <em>mas&#8217;alah</em> (<span style="color:black;">do&#8217;a</span> meminta sesuatu kepada Allah). Jenis <span style="color:black;">do&#8217;a</span> yang ketiga ini, yaitu <span style="color:black;">do&#8217;a</span> <em>mas&#8217;alah</em> tidak terikat dengan waktu maupun tempat, bisa jadi ketika tengah malam, pagi hari, siang hari, di masjid, di rumah atau yang lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalilnya adalah hadits yang telah lewat tentang disyariatkan mengangkat tangan ketika ber<span style="color:black;">do&#8217;a</span>, <span style="color:black;">do&#8217;a</span> dalam hadits tersebut adalah <span style="color:black;">do&#8217;a</span> <em>mas&#8217;alah</em>. Sehingga ber<span style="color:black;">do&#8217;a</span> selain <span style="color:black;">do&#8217;a</span> <em>mas&#8217;alah</em> (meminta sesuatu) tidaklah disyariatkan untuk mengangkat tangan, semisal <span style="color:black;">do&#8217;a</span> masuk masjid, <span style="color:black;">do&#8217;a</span> keluar masjid, <span style="color:black;">do&#8217;a</span> memakai pakaian dan yang semisalnya, maka do&#8217;a-do&#8217;a semacam ini tidak disyariatkan mengangkat tangan. (Diringkas dari rekaman ceramah Syaikh Ali Hasan Al Halaby berjudul <em>Ad Du&#8217;a wa Atsaruhu</em>)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bagaimanakah jika Seseorang Ber<span style="color:black;">do&#8217;a</span> dengan Selain Bahasa Arab?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah <em>rahimahullah</em> pernah ditanya tentang hukum ber<span style="color:black;">do&#8217;a</span> dalam sholat dengan menggunakan bahasa selain bahasa Arab. Beliau menjelaskan, adapun ber<span style="color:black;">do&#8217;a</span> secara umum (<span style="color:black;">do&#8217;a</span> di luar sholat), maka boleh dengan bahasa apapun selain bahasa Arab, terlebih lagi jika orang tersebut menjadi lebih tahu dan mantap dengan <span style="color:black;">do&#8217;a</span> yang dia panjatkan. Karena sesungguhnya Allah <em>ta&#8217;ala</em> Maha Mengetahui maksud dan keinginan orang yang ber<span style="color:black;">do&#8217;a</span> kepada-Nya. (<em>Majmu&#8217; Al Fatawa</em> 22/488-489)</p>
<p style="text-align:justify;">Akan tetapi, tidak diragukan lagi bahwa ber<span style="color:black;">do&#8217;a</span> dengan <span style="color:black;">do&#8217;a</span> yang disyari&#8217;atkan, sebagaimana tercantum dalam Al Quran dan As Sunnah adalah lebih utama. Lafadz-lafadz <span style="color:black;">do&#8217;a</span> yang diajarkan oleh Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa salam</em> adalah lafadz <span style="color:black;">do&#8217;a</span> yang paling utama. Oleh karena itu, hendaklah seorang muslim senatiasa berusaha untuk ber<span style="color:black;">do&#8217;a</span> dengan <span style="color:black;">do&#8217;a-do&#8217;a</span> yang disyariatkan, yaitu <span style="color:black;">do&#8217;a</span> yang terdapat dalam Al Quran dan As Sunnah. (<em>Majmu&#8217; Al Fatawa</em>, 1/346-348).</p>
<p style="text-align:justify;">Demikianlah apa yang dapat kami nukilkan dari penjelasan para ulama. Semoga dapat memberikan manfaat. Semoga Allah ta&#8217;ala menerima setiap amal ibadah dan mengabulkan setiap <span style="color:black;">do&#8217;a</span> kita. <em>Innallaha mujibud du&#8217;at. Wallahu ta&#8217;ala a&#8217;lam bi showab</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber: <strong><a href="http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/sesungguhnya-allah-mendengar-doa-hamba-nya">At Tauhid edisi V/29</a></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rismaka.wordpress.com/1636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rismaka.wordpress.com/1636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rismaka.wordpress.com/1636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rismaka.wordpress.com/1636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rismaka.wordpress.com/1636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rismaka.wordpress.com/1636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rismaka.wordpress.com/1636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rismaka.wordpress.com/1636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rismaka.wordpress.com/1636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rismaka.wordpress.com/1636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rismaka.wordpress.com/1636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rismaka.wordpress.com/1636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rismaka.wordpress.com/1636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rismaka.wordpress.com/1636/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rismaka.wordpress.com&amp;blog=3387991&amp;post=1636&amp;subd=rismaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rismaka.wordpress.com/2010/03/27/sesungguhnya-allah-mendengar-doa-hamba-nya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0d39ba02e2544ac613814448dcf801a9?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shaquille</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hidayah Itu Hanya Milik Allah</title>
		<link>http://rismaka.wordpress.com/2010/03/27/hidayah-itu-hanya-milik-allah/</link>
		<comments>http://rismaka.wordpress.com/2010/03/27/hidayah-itu-hanya-milik-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Mar 2010 11:34:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rismaka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rismaka.wordpress.com/2010/03/27/hidayah-itu-hanya-milik-allah/</guid>
		<description><![CDATA[Para pembaca yang semoga dirahmati Allah Ta&#8217;ala, mungkin kita sering berfikir, sudah banyak sekali cara kita untuk menyadarkan seseorang yang kita cintai, untuk merubah sifat seseorang yang sangat disayangi. Akan tetapi, segala cara dan upaya kita, ternyata tidak mampu untuk merubahnya menjadi seseorang yang baik. Sebenarnya apa yang salah dengan upaya kita, bagaimanakah caranya agar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rismaka.wordpress.com&amp;blog=3387991&amp;post=1635&amp;subd=rismaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Para pembaca yang semoga dirahmati Allah <em>Ta&#8217;ala</em>, mungkin kita sering berfikir, sudah banyak sekali cara kita untuk menyadarkan seseorang yang kita cintai, untuk merubah sifat seseorang yang sangat disayangi. Akan tetapi, segala cara dan upaya kita, ternyata tidak mampu untuk merubahnya menjadi seseorang yang baik. Sebenarnya apa yang salah dengan upaya kita, bagaimanakah caranya agar kita dapat merubah seseorang?</p>
<p><span id="more-1635"></span>
<p style="text-align:justify;">Mengenai hal ini, perlu kita ketahui, hidayah atau petunjuk hanyalah milik Allah, bagaimana pun upaya kita untuk merubah seseorang, bagaimana pun kerja keras kita untuk menyadarkan seseorang, maka itu tidak ada artinya jika Allah tidak menghendaki hidayah kepadanya, orang tersebut tidak akan berubah sampai Allah memberikannya hidayah. Allah berfirman yang artinya <em>“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Alloh memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Alloh lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.&#8221;</em> (QS Al Qashash: 56).</p>
<p style="text-align:justify;">Ibnu katsir mengatakan mengenai tafsir ayat ini, &#8220;Allah mengetahui siapa saja dari hambanya yang layak mendapatkan hidayah, dan siapa saja yang tidak pantas mendapatkannya&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Syaikh Muhammad ibnu Shalih Al-Utsaimin menerangkan, &#8220;Hidayah di sini maknanya adalah hidayah petunjuk dan taufik. Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> berikan hidayah ini kepada orang yang pantas mendapatkannya, karena segala sesuatu yang dikaitkan dengan kehendak Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>, maka mesti mengikuti hikmah-Nya.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Nabi Yang Mulia Sendiri Tidak Dapat Memberi Hidayah Taufik</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Turunnya ayat ini berkenaan dengan cintanya Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> kepada pamannya Abu Tholib. Akan tetapi, segala cara dan upaya yang dilakukan beliau untuk mengajak pamannya kepada kebenaran, tidak sampai membuat pamannya menggenggam Islam sampai ajal menjemputnya. Seorang rosul yang kita tahu kedudukannya di sisi Allah saja tidak mampu untuk memberi hidayah kepada pamannya, apalagi kita yang keimanannya sangat jauh dibandingkan beliau.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidakkah kita melihat perjuangan Nabi Allah Nuh di dalam menegakkan tauhid kepada umatnya? Waktu yang mencapai 950 tahun tidak dapat menjadikan umat nabi Nuh mendapatkan hidayah Allah, bahkan untuk keturunannya sendiri pun ia tidak dapat menyelamatkannya dari adzab, Allah berfirman yang artinya <em>&#8220;Dan Nuh memanggil anaknya yang berada di tempat yang jauh, ‘Wahai anakku!</em> <em>Naiklah bahtera ini bersama kami dan janganlah kamu bersama orang-orang kafir&#8217;. Dia berkata, ‘Aku akan berlindung ke gunung yang akan menghindarkanku dari air bah. Nuh berkata, ‘Hari ini tidak ada lagi yang bisa melindungi dari adzab Allah kecuali Dzat Yang Maha Penyayang.&#8217; Dan gelombang pun menghalangi mereka berdua, maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.&#8221;</em> (QS. Hud:42-43)</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat anaknya yang tenggelam, Nabi Nuh berdoa (yang artinya),<em>&#8220;Dan Nuh pun menyeru Rabbnya, ‘Wahai Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji-Mu adalah janji yang benar, dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.&#8217; Allah berfirman, ‘Wahai Nuh, sesungguhnya dia bukan termasuk keluargamu (yang diselamatkan), sesungguhnya amalannya bukanlah amalan yang shalih. Maka janganlah engkau meminta kepada-Ku sesuatu yang tidak engkau ketahui. Sesungguhnya Aku peringatkan engkau agar jangan termasuk orang-orang yang jahil.&#8221;</em> (QS. Hud: 45-46)</p>
<p style="text-align:justify;">Contoh lainnya adalah apa yang dialami oleh Nabi Allah, Ibrohim. Berada ditengah-tengah orang-orang yang menyekutukan Allah, ia termasuk orang yang mendapat petunjuk. Allah dengan mudahnya memberikan hidayah kepada seseorang yang dikehendakinya, padahal tidak ada seorang pun yang mengajarkan dan menerangkan kebenaran kepadanya, Allah berfirman yang artinya <em>&#8220;Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan yang ada di langit dan di bumi, agar dia termasuk orang-orang yang yakin. Ketika malam telah gelap, dia melihat bintang, lalu berkata, ‘Inilah rabbku&#8217;. Tetapi tatkala bintang itu tenggelam, dia berkata, ‘Aku tidak suka pada yang tenggelam&#8217;. Kemudian ketika dia melihat bulan terbit, dia berkata, ‘Inilah rabbku&#8217;. Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata, ‘Sesungguhnya jika Rabbku tidak memberi petunjuk padaku, pasti aku termasuk orang-orang yang sesat. Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata, ‘Inilah rabbku, ini lebih besar&#8217;. Tatkala matahari itu terbenam, dia pun berkata, ‘Wahai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian persekutukan! Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya&#8217;.&#8221;</em> (QS. Al-An&#8217;am: 75-79)</p>
<p style="text-align:justify;">Dari hal ini, sangat jelaslah bagi kita, hidayah hanyalah milik Allah, dan Allah memberi hidayah kepada orang yang dikehendakinya. Barangsiapa yang Allah beri hidayah, tidak ada seorang pun yang bisa menyesatkannya dan barangsiapa yang telah Allah sesatkan, tidak ada seorang pun yang bisa memberi hidayah kepadanya. Allah berfirman yang artinya <em>&#8220;Allah memberikan hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.&#8221;</em> (QS. Al-Baqarah: 213) dan Allah berfirman yang artinya <em>&#8220;</em><em>Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemberi petunjuk.&#8221;</em> (QS. Az-zumar:23).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Cara Menggapai Hidayah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah mengetahui hal ini, lantas bagaimana upaya kita untuk mendapatkan hidayah? Bagaimana caranya membuat orang lain mendapatkan hidayah?</p>
<p style="text-align:justify;">Di antara sebab-sebab seseorang mendapatkan hidayah adalah:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. Bertauhid</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Seseorang yang menginginkan hidayah Allah, maka ia harus terhindar dari kesyirikan, karena Allah tidaklah memberi hidayah kepada orang yang berbuat syirik. Allah berfirman yang artinya: <em>&#8220;Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kesyirikan, mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.&#8221;</em> (QS. Al-an&#8217;am: 82).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Taubat kepada Allah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah tidak akan memberi hidayah kepada orang yang tidak bertaubat dari kemaksiatan, bagaimana mungkin Allah memberi hidayah kepada seseorang sedangkan ia tidak bertaubat? Allah berfirman yang artinya <em>&#8220;Sesungguhnya Allah menyesatkansiapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya”</em>. (QS. Ar-Ra’d: 27).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3.</strong> <strong>Belajar agama</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tanpa ilmu (agama), seseorang tidak mungkin akan mendapatkan hidayah Allah. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda yang artinya <em>&#8220;Jika Allah menginginkan kebaikan (petunjuk) kepada seorang hamba, maka Allah akan memahamkannya agama&#8221;</em>. (HR Bukhori)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4.</strong> <strong>Mengerjakan apa yang diperintahkan dan menjauhi hal yang dilarang</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kemaksiatan adalah sebab seseorang dijauhkan dari hidayah. Allah berfirman yang artinya &#8220;<em>Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka),</em> <em>dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami,</em> <em>dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus</em>.&#8221; (An-nisa: 66-68).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>5.</strong> <strong>Membaca Al-qur&#8217;an, memahaminya mentadaburinya dan mengamalkannya</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah berfirman yang artinya <em>&#8220;Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus&#8221;</em>. (QS. Al-Isra:9).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>6.</strong> <strong>Berpegang teguh kepada agama Allah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah berfirman yang artinya <em>&#8220;Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.&#8221;</em> (QS. Ali-Imron:101).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>7.</strong> <strong>Mengerjakan sholat</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Di antara penyebab yang paling besar seseorang mendapatkan hidayah Allah adalah orang yang senantiasa menjaga sholatnya, Allah berfirman pada surat al-baqoroh yang artinya <em>&#8220;Aliif laam miim, Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya dan merupakan petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Siapa mereka itu, dilanjutkan pada ayat setelahnya <em>&#8220;yaitu mereka yang beriman kepada hal yang ghoib, mendirikan sholat dan menafkahkah sebagian rizki yang diberikan kepadanya&#8221;</em> (QS. Al-baqoroh:3).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>8.</strong> <strong>Berkumpul dengan orang-orang sholeh</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah berfirman yang artinya &#8220;Katakanlah: <em>“Apakah kita akan menyeru selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita dan tidak (pula) mendatangkan kemudharatan kepada kita dan (apakah) kita akan kembali ke belakang, sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh syaitan di pesawangan yang menakutkan; dalam keadaan bingung, dia mempunyai kawan-kawan yang memanggilnya kepada jalan yang lurus (dengan mengatakan): “Marilah ikuti kami.” Katakanlah:”Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk; dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam.&#8221;</em> (QS. Al-An&#8217;am:72).</p>
<p style="text-align:justify;">Ibnu katsir menafsiri ayat ini, &#8220;Ayat ini adalah permisalan yang Allah berikan kepada teman yang sholeh yang menyeru kepada hidayah Allah dan teman yang jelek yang menyeru kepada kesesatan, barangsiapa yang mengikuti hidayah, maka ia bersama teman-teman yang sholeh, dan barang siapa yang mengikuti kesesatan, maka ia bersama teman-teman yang jelek. &#8220;</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan mengetahui hal tersebut, marilah kita berupaya untuk mengerjakannya dan mengajak orang lain untuk melakukan sebab-sebab ini, semoga dengan jerih payah dan usaha kita dalam menjalankannya dan mendakwahkannya menjadi sebab kita mendapatkan hidayah Allah. Syaikh Abdullah Al-bukhori mengatakan dalam khutbah jum&#8217;atnya &#8220;Semakin seorang meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah, niscaya bertambah hidayah padanya. Seorang hamba akan senantiasa ditambah hidayahnya selama dia senantiasa menambah ketaqwaannya. Semakin dia bertaqwa, maka semakin bertambahlah hidayahnya, sebaliknya semakin ia mendapat hidayah/petunjuk, dia semakin menambah ketaqwaannya. Sehingga dia senantiasa ditambah hidayahnya selama ia menambah ketaqwaannya.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah kepada kita dan orang-orang yang ada disekeliling kita, aamiin. <em>Washallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi washahbihi ajma&#8217;in.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Sumber: <strong><a href="http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/hidayah-milik-allah">At Tauhid edisi VI/13</a></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rismaka.wordpress.com/1635/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rismaka.wordpress.com/1635/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rismaka.wordpress.com/1635/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rismaka.wordpress.com/1635/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rismaka.wordpress.com/1635/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rismaka.wordpress.com/1635/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rismaka.wordpress.com/1635/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rismaka.wordpress.com/1635/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rismaka.wordpress.com/1635/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rismaka.wordpress.com/1635/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rismaka.wordpress.com/1635/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rismaka.wordpress.com/1635/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rismaka.wordpress.com/1635/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rismaka.wordpress.com/1635/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rismaka.wordpress.com&amp;blog=3387991&amp;post=1635&amp;subd=rismaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rismaka.wordpress.com/2010/03/27/hidayah-itu-hanya-milik-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0d39ba02e2544ac613814448dcf801a9?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shaquille</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Contoh Penulisan syntax highlighter Code pada Blog WordPress.Com</title>
		<link>http://rismaka.wordpress.com/2009/08/08/contoh-penulisan-syntax-highlighter-code-pada-blog-wordpress-com/</link>
		<comments>http://rismaka.wordpress.com/2009/08/08/contoh-penulisan-syntax-highlighter-code-pada-blog-wordpress-com/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 00:00:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rismaka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[kode]]></category>
		<category><![CDATA[php]]></category>
		<category><![CDATA[syntax highlighter]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rismaka.wordpress.com/?p=1624</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini adalah contoh penulisan syntax highlighter Code pada Blog WordPress.Com. Penjelasan tentang bagaimana menghighlight kode-kode yang akan dituliskan seperti PHP, HTML, CSS, Ruby, dan lain-lain telah dijelaskan pada artikel Menulis Syntax Highlighter Kode pada Blog WordPress.com di Rismaka.Net.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rismaka.wordpress.com&amp;blog=3387991&amp;post=1624&amp;subd=rismaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini adalah contoh penulisan syntax highlighter Code pada Blog WordPress.Com. Penjelasan tentang bagaimana menghighlight kode-kode yang akan dituliskan seperti PHP, HTML, CSS, Ruby, dan lain-lain telah dijelaskan pada artikel <a href="http://rismaka.net/2009/08/menulis-syntax-highlighted-pada-blog-wordpress-com.html">Menulis Syntax Highlighter Kode pada Blog WordPress.com</a> di <a href="http://rismaka.net/">Rismaka.Net</a>.</p>
<p>Penggunaan syntax highlighter berfungsi agar kode-kode yang kita tulis dapat terlindungi karakternya oleh filter yang ada pada engine wordpress. Berikut adalah contoh hasil penulisannya:</p>
<p><pre class="brush: php;">
&lt; ?php get_header();?&gt;
&lt;div id=&quot;filler&quot; class=&quot;fix&quot;&gt;
	&lt;div id=&quot;mainColumn&quot;&gt;
		&lt; ?php if (have_posts()) : while (have_posts()) : the_post(); ?&gt;
		&lt;div id=&quot;post-&lt;?php the_ID(); ?&gt;&quot; class=&quot;post&quot;&gt;
			&lt;div class=&quot;postMeta&quot;&gt;
				&lt;p class=&quot;container&quot;&gt;
					&lt;span class=&quot;date&quot;&gt;&lt; ?php the_time('M j, Y') ?&gt;&lt;/span&gt;
					&lt;span class=&quot;comments&quot;&gt;&lt; ?php comments_popup_link('0', '1', '%'); ?&gt;&lt;/span&gt;
				&lt;/p&gt;
			&lt;/div&gt;
			&lt;h2&gt;&lt;a href=&quot;&lt;?php the_permalink() ?&gt;&quot; title=&quot;&lt; ?php the_title(); ?&gt;&quot;&gt;&lt; ?php the_title() ?&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;
			&lt;div class=&quot;entry&quot;&gt;
				&lt; ?php the_excerpt(); ?&gt;
			&lt;/div&gt;
		&lt;/div&gt;
		&lt; ?php endwhile; ?&gt;
		&lt; ?php else : ?&gt;
		&lt;div class=&quot;post&quot;&gt;
			&lt;div class=&quot;postMeta&quot;&gt;
				&lt;p class=&quot;container&quot;&gt;
					&lt;span class=&quot;date&quot;&gt;No Matches&lt;/span&gt;
				&lt;/p&gt;
			&lt;/div&gt;
			&lt;h2&gt;No matching results&lt;/h2&gt;
			&lt;div class=&quot;entry&quot;&gt;
				&lt;p&gt;You seem to have found a mis-linked page or search query with no matching results. Please trying your search again. If you feel that you should be staring at something a little more concrete, feel free to email the author of this site or browse the archives.&lt;/p&gt;
			&lt;/div&gt;
		&lt;/div&gt;
		&lt; ?php endif; ?&gt;
		&lt;div id=&quot;paginateIndex&quot; class=&quot;fix&quot;&gt;
			&lt;p&gt;&lt;span class=&quot;left&quot;&gt;&lt; ?php previous_posts_link('&amp;laquo; Previous') ?&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;right&quot;&gt;&lt; ?php next_posts_link('Next &amp;raquo;') ?&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
		&lt;/div&gt;
	&lt;/div&gt;
	&lt; ?php include (TEMPLATEPATH . '/second.column.index.php'); ?&gt;
	&lt; ?php include (TEMPLATEPATH . '/third.column.shared.php'); ?&gt;
&lt;/div&gt;
&lt; ?php get_footer(); ?&gt;
</pre></p>
<br /> Tagged: artikel, kode, php, syntax highlighter, wordpress <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rismaka.wordpress.com/1624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rismaka.wordpress.com/1624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rismaka.wordpress.com/1624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rismaka.wordpress.com/1624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rismaka.wordpress.com/1624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rismaka.wordpress.com/1624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rismaka.wordpress.com/1624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rismaka.wordpress.com/1624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rismaka.wordpress.com/1624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rismaka.wordpress.com/1624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rismaka.wordpress.com/1624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rismaka.wordpress.com/1624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rismaka.wordpress.com/1624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rismaka.wordpress.com/1624/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rismaka.wordpress.com&amp;blog=3387991&amp;post=1624&amp;subd=rismaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rismaka.wordpress.com/2009/08/08/contoh-penulisan-syntax-highlighter-code-pada-blog-wordpress-com/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0d39ba02e2544ac613814448dcf801a9?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shaquille</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tabligh Akbar Terorisme dan Jihad menurut Al Qur’an dan Assunnah di Pontianak</title>
		<link>http://rismaka.wordpress.com/2009/08/04/tabligh-akbar-terorisme-dan-jihad-menurut-al-qur%e2%80%99an-dan-assunnah-di-pontianak/</link>
		<comments>http://rismaka.wordpress.com/2009/08/04/tabligh-akbar-terorisme-dan-jihad-menurut-al-qur%e2%80%99an-dan-assunnah-di-pontianak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 16:08:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rismaka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rismaka.wordpress.com/2009/08/04/tabligh-akbar-terorisme-dan-jihad-menurut-al-qur%e2%80%99an-dan-assunnah-di-pontianak/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Hadirilah Tabligh Akbar bersama Al Ustadz Abdullah Taslim, Lc, MA dengan tema "Terorisme dan Jihad Menurut Al Qur'an dan Assunnah".</p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rismaka.wordpress.com&amp;blog=3387991&amp;post=1613&amp;subd=rismaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong><img height="655" alt="tabligh-akbar-2009" hspace="5" src="http://rismaka.files.wordpress.com/2009/08/tabligh-akbar-2009.jpg?w=450&#038;h=655" width="450" /></strong></p>
<p><strong>1. Waktu : Selasa, 4 Agustus 2009 / Pukul 19.00 s.d 21.00 WIB</strong></p>
<ul>
<li>Tempat : Masjid Al- Jama’ah</li>
<li>Materi : Dauroh “Sikap Ahlussunnah dalam bermuamalah”</li>
<li>Peserta : Ikhwan &amp; Akhwat</li>
</ul>
<p><strong>2. Waktu : Rabu, 5 Agustus 2009</strong></p>
<ul>
<li>Kegiatan : Dauroh di Kabupaten Sambas</li>
</ul>
<p><strong>3. Waktu : Kamis, 6 Agustus 2009 / Pukul 19.00 s.d 21.00 WIB</strong></p>
<ul>
<li>Tempat : Masjid Al- Jama’ah</li>
<li>Materi : Dauroh “Sikap Ahlussunnah dalam bermuamalah”</li>
<li>Peserta : Ikhwan &amp; Akhwat</li>
</ul>
<p><strong>4. Waktu : Jum’at,7 Agustus 2009 / Pukul 12.00 WIB</strong></p>
<ul>
<li>Tempat : Masjid Raya Mujahidin Pontianak</li>
<li>Materi : Khotbah Jum’at</li>
</ul>
<p><strong>5. Waktu : Jum’at,7 Agustus 2009 / Pukul 15.30 s.d 17.00 WIB</strong></p>
<ul>
<li>Tempat : Masjid Al- Jama’ah</li>
<li>Materi : Dauroh “Sikap Ahlussunnah dalam bermuamalah”</li>
<li>Peserta : Ikhwan &amp; Akhwat</li>
</ul>
<p><strong>6. Waktu : Jum’at,7 Agustus 2009 / Pukul 19.00 s.d 21.00 WIB</strong></p>
<ul>
<li>Tempat : Masjid Raya Mujahidin Pontianak</li>
<li>Materi : Tabligh Akbar “Terorisme dan Jihad menurut Al Qur’an dan Assunnah”</li>
<li>Peserta : Ikhwan &amp; Akhwat</li>
</ul>
<p><strong>7. Waktu : Sabtu, 8 Agustus 2009 / Ba’da Subuh</strong></p>
<ul>
<li>Tempat : Masjid Raya Mujahidin Pontianak</li>
<li>Materi : Dauroh “Sikap Ahlussunnah dalam bermuamalah” Live “Radio Mujahidin FM”</li>
<li>Peserta : Ikhwan &amp; Akhwat</li>
</ul>
<p><strong>8. Waktu : Sabtu, 8 Agustus 2009 / 09.00 s.d 11.00 WIB</strong></p>
<ul>
<li>Tempat : Masjid Al- Jama’ah</li>
<li>Materi : Dauroh “Hadist Lemah dan Palsu seputar ramadhan”</li>
<li>Peserta : Ikhwan &amp; Akhwat</li>
</ul>
<p><strong>9. Waktu : Ahad, 9 Agustus 2009 s.d Selasa, 11 Agustus 2009</strong></p>
<ul>
<li>Kegiatan : Dauroh di Kabupaten Sintang</li>
</ul>
<p><strong>10. Waktu : Rabu, 12 Agustus 2009, ke Surabaya</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Contact Person : Akh. Daru 0561-9130201</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rismaka.wordpress.com/1613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rismaka.wordpress.com/1613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rismaka.wordpress.com/1613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rismaka.wordpress.com/1613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rismaka.wordpress.com/1613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rismaka.wordpress.com/1613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rismaka.wordpress.com/1613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rismaka.wordpress.com/1613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rismaka.wordpress.com/1613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rismaka.wordpress.com/1613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rismaka.wordpress.com/1613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rismaka.wordpress.com/1613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rismaka.wordpress.com/1613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rismaka.wordpress.com/1613/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rismaka.wordpress.com&amp;blog=3387991&amp;post=1613&amp;subd=rismaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rismaka.wordpress.com/2009/08/04/tabligh-akbar-terorisme-dan-jihad-menurut-al-qur%e2%80%99an-dan-assunnah-di-pontianak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0d39ba02e2544ac613814448dcf801a9?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shaquille</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rismaka.files.wordpress.com/2009/08/tabligh-akbar-2009.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabligh-akbar-2009</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
