Berobat ke Dukun, Bolehkah?

March 1, 2009 at 7:00 am Leave a comment

Sehat, sungguh merupakan karunia yang begitu hebat. Sebaliknya, sakit adalah kondisi yang sering dianggap sangat menyebalkan. Kalau kita cermati, mungkin tidak ada kondisi yang menyebabkan orang mengaduh, mengeluh dan merintih, daripada sakit. Yah, sakit adalah suatu kondisi yang bisa menyerang siapa saja dan kapan saja. Dari anak-anak hingga nenek-nenek. Baik pagi maupun sore hari. Berat atau ringan kategori sebuah penyakit, tetap saja selalu dianggap hal yang menyulitkan, mengganggu dan memberatkan.

Saking beratnya terkadang orang rela untuk mengeluarkan berapa pun biaya agar sembuh dari suatu penyakit. Mereka pun rela mencari segala macam cara penyembuhan namun mereka tidak mengindahkan yang halal dan haram. Salah satu pengobatan yang melanggar syariat adalah berobat ke dukun. Sebuah kasus tentang hal ini pernah ditanyakan kepada Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta (sejenis MUI di Indonesia) sebagai berikut:

Pertanyaan:

Saya menikah dengan seorang gadis yang ditinggal mati ibunya serta tidak berpendidikan. Pernikahan ini dilaksanakan pada Idul Fitri tahun 1403H. Di permulaan bulan Dzulhijjah, ia menderita penyakit kejiwaan dengan cara menangis, menangis keras, dan terkadang (suaranya) meninggi hingga berupa teriakan dan ratapan. Lalu ayahnya menjemputnya ke rumahnya dan mendatangkan dukun untuk mengobatinya. Lalu dukun itu mengobatinya dengan asap-asap yang berbau busuk. Dukun itu memerintahkan untuk menahannya (memasungnya) selama bulan Muharram di kamar yang gelap dan mereka menamakan pengobatan ini “al-hajabah”.

Semua ini terjadi tanpa persetujuan saya. Lalu dia sembuh dan tinggal di rumah keluarganya selama dua bulan, Shafar dan Rabi’ul Awal. Lalu ia kembali ke rumah saya dia awal bulan Rabi’uts Tsani, lalu kumat lagi penyakitnya. Sekarang saya mengobatinya kepada dokter spesialis jiwa (psikolog) yang mengobatinya dengan Al-Quran dan doa-doa yang matsur ditambah pengobatan lainnya, namun keluarganya tidak puas dan ingin mengobatinya kepada salah seorang dukun. Keluarganya menghalangi saya membacakan Al-Quran atasnya apabila penyakitnya kumat. Karena sang dukun memberitahukan mereka bahwa sayalah penyebab bertambah parah penyakitnya, karena saya membacakan Mu’awwidzatain dan ayat Kursi kepadanya. Bagaimanakah sikap yang harus saya ambil, apabila ayahnya membawanya ke dukun yang lain? Saya mengharap bantuan dengan memberikan jawaban secepat mungkin.

Jawaban:

Anda telah melakukan yang terbaik dengan mengobatinya memakai ayat-ayat Al-Quran dan meruqyahnya dengan doa-doa Nabi yang ma’tsur. Akan tetapi haram hukumnya istri Anda berduaan dengan laki-laki bukan mahram yang meruqyahnya. Haram atasnya (istri Anda) membuka auratnya di hadapan raqi yang bukan mahramnya, atau (raqi) meletakkan tangannya atas istri Anda. Andaikan langsung Anda yang mengobatinya, atau salah seorang mahramnya, niscaya lebih terjaga. Kami berpendapat agar Anda mengobatinya juga di rumah sakit dan seumpamanya kepada dokter spesialis jiwa, sesungguhnya dia ahli dalam bidang pengobatan penyakit ini.

Adapun membawanya ke dukun-dukun dan pergi bersamanya kepada mereka untuk pengobatan jelas dilarang berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapa yang mendatangi peramal/dukun, lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, niscaya shalatnya tidak diterima selama empat puluh hari.” [HR Muslim, kitab As-Salam 2230]

Dan karena sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
Siapa yang mendatangi dukun, lalu membenarkan ucapannya, berarti ia telah kufur dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad.” [HR At-Tirmidzi, kitab Ath-Thaharah 135, Ibnu Majah, kitab Ath-Thaharah 639, Ahmad dalam Al-Musnad 9252]

Semoga Allah ta’ala memberikan taufik kepada semuanya untuk mengikuti kebenaran, berpegang dengannya dan meninggalkan hal-hal yang menyalahi kebenaran.

Semoga rahmat dan kesejahteraan Allah tercurah atas Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya.

Kesimpulan:

Sejatinya, sakit itu datang dari Allah ta’ala. Dialah yang akan menyembuhkannya pula. Namun, kita dibolehkan untuk mencari kesembuhan dengan yang halal dan dibolehkan oleh syariat. Maraknya pengobatan alternatif membuat kita harus berhati-hati agar mendapatkan kehalalan dalam berobat. Salah satu pengobatan alternatif yang sangat jauh dari syariat adalah berobat ke dukun. Berobat ke dukun merupakan suatu keharaman karena telah dilarang oleh syariat. Larangan untuk pergi ke dukun baik untuk berobat atau untuk keperluan lainnya, datang dari lisan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam dua hadits yang telah disebutkan di atas. Semoga kita senantiasa dijauhkan dari hal-hal yang telah diharamkan oleh syariat. Wallahu a’lam bishshawab.

[Sumber: Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Penerbit Darul Haq]

Entry filed under: Fatawa. Tags: , , , , , , , , , .

Nasihat Untuk Para Mu’adzin Yang Terburu-buru Awas Pengobatan Islami Gadungan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


CATATAN KECILKU

Assalamu'alaikum.

Selamat datang di Rismaka On WordPress.

Free Page Rank Tool

DOWNLOAD

Download Ebook Islami Bermanhaj Salaf Download Aplikasi Java Islami download update terbaru antivirus PCMAV

Tempat Backup Gratis

dropbox-banner

RSS RISOFTE

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Rismaka’s Weblog

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Shaquille Punya Blog

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Blog Stats

  • 66,841 hits

RSS Download PCMAV Terbaru

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

%d bloggers like this: