WASPADAI IKLAN SANG DUKUN!

March 10, 2009 at 9:00 am 3 comments

Memang, Media seperti televisi adalah media yang merusak, baik merusak aqidah maupun moral. Zaman dahulu orang perlu bersusah payah untuk mendatangi rumah dukun, baik itu dukun putih maupun dukun hitam (sama saja) untuk sekedar nyari pelaris, pasang susuk, atau minta diramal masa depannya. Kini orang-orang tak perlu repot-repot, karena dukunlah yang mendatangi rumah kita, tentunya siapa lagi yang membawa si dukun tersebut ke rumah kita selain media televisi???

Lalu bagaimanakah hukumnya menurut syari’at islam tentang mempercayai omongan si dukun? Berikut saya nukilkan artikelnya, selamat membaca.


Seorang lelaki paruh baya berpenampilan lusuh dengan rambut terurai tak rapi, muncul dan berkata, “Anda ingin tahu keberuntungan Anda di masa depan?”

“Ketik Reg(spasi)Weton kirim ke 9999.”

Ilustrasi di atas adalah contoh iklan yang memanfaatkan teknologi HP yang beredar di TV akhir-akhir ini. Iklan-iklan yang mengedepankan mistis dan ghaib, bermaterikan kesyirikan, muncul bagai jamur di musim hujan. Ada yang bermodel tanggal lahir seperti disebut di atas, ada yang menggunakan primbon, ada ramalan bintang dan lain sebagainya. Pelakunya pun bermacam-macam; ada Ki Joko Bodo, Mbah Roso, ada juga Mama Lauren, dan masih banyak lagi. Dalam pandangan syari’at Islam pelaku semua itu dinamakan dukun atau peramal.

Para dukun dan peramal ini dengan terang-terangan mendakwahkan dirinya mengetahui perkara gaib, dan menyeru manusia untuk berbondong-bondong melakukan kesyirikan. Sebagian orang mungkin sudah bisa menebak, bahwa itu adalah sebuah bentuk perdukunan yang dikemas rapi. Namun, ada sebagian orang yang tidak mengerti dan terjerumus ke dalam lembah kesyirikan ini. Na’udzubillah min dzalik. Nah, sebenarnya bagaimana hakikat perdukunan dan bagaimana hukum mendatangi dukun (dengan kita mengirimkan sms kepada mereka sama saja dengan mendatanginya)?

Berikut fatwa Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah yang menjelaskan tentang perdukunan dan hukum mendatangi dukun:

Kahanah (perdukunan) wazan fa’alah diambil dari kata takahhun, yaitu menerka-nerka dan mencari hakikat dengan perkara-perkara yang tidak ada dasarnya. Perdukunan di masa jahiliyah dinisbatkan kepada suatu kaum yang dihubungi oleh para setan yang mencuri pembicaraan dari langit dan menceritakan apa yang didengarnya kepada mereka.

Kemudian mereka mengambil ucapan yang disampaikan kepada mereka dari langit lewat perantaraan para setan dan menambahkan pernyataan di dalamnya. Kemudian mereka menceritakan hal itu kepada manusia. Jika sesuatu terjadi yang sesuai dengan apa yang mereka katakan, maka orang-orang tertipu dengan mereka dan menjadikan mereka sebagai rujukan dalam memutuskan perkara di antara mereka serta menyimpulkan apa yang akan terjadi di masa depan. Karena itu, kita katakan, “Dukun adalah orang yang menceritakan tentang perkara-perkara ghaib di masa yang akan datang.” Sedangkan orang yang mendatangi dukun atau peramal itu terbagi menjadi tiga macam:

Pertama, orang yang datang kepada dukun atau peramal lalu bertanya kepadanya dengan tanpa mempercayainya. Ini diharamkan. Hukuman bagi pelakunya ialah tidak diterima shalatnya selama 40 malam, sebagaimana termaktub dalam Shahih Muslim bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang datang kepada peramal lalu bertanya kepadanya tentang suatu perkara, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari atau 40 malam.” (HRt Muslim)

Kedua, orang yang datang kepada dukun lalu bertanya kepadanya dan mempercayai apa yang diberitakannya, maka ini merupakan kekafiran kepada Allah. Karena ia mempercayai bahwa sang dukun mengetahui perkara gaib, sedangkan mempercayai seseorang tentang pengakuannya mengetahui perkara gaib adalah mendustakan firman Allah: “Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah.” (An-Naml: 65)

Karenanya, disinyalir dalam hadits shahih,
Barangsiapa mendatangi dukun lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka ia telah kafir kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad. ” (HR At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)

Ketiga, orang yang datang kepada dukun lalu bertanya kepadanya untuk menjelaskan ihwalnya kepada manusia, dan bahwasanya itu adalah perdukunan, pengelabuan dan penyesatan. Ini tidak mengapa. Dalil mengenai hal itu, bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam kedatangan Ibnu Shayyad, lalu Nabi menyembunyikan sesuatu untuknya dalam dirinya, lalu beliau bertanya kepadanya, apakah yang beliau sembunyikan untuknya? la menjawab, “Asap.” Nabi bersabda, “Pergilah dengan hina, kamu tidak akan melampaui kemampuanmu.” [HR Bukhari dan Muslim]

Inilah keadaan orang yang datang kepada dukun,

Pertama, ia datang kepada dukun lalu bertanya kepadanya dengan tanpa mempercayainya dan tanpa tujuan menjelaskan keadaannya (kepada manusia). Ini diharamkan, dan hukuman bagi pelakunya ialah tidak diterima shalatnya selama 40 malam.

Kedua, ia bertanya kepadanya dan mempercayainya. Ini kekafiran kepada Allah, yang wajib atas manusia bertaubat darinya dan kembali kepada Allah. Jika tidak bertaubat, maka ia mati di atas kekafiran.

Ketiga, ia datang kepada dukun dan bertanya kepadanya untuk mengujinya dan menjelaskan keadaannya kepada manusia. Ini tidak mengapa.

Kesimpulannya:

Hendaknya kita menjauhi segala bentuk kesyirikan yang akan menjerumuskan seseorang ke dalam neraka dan kekal di dalamnya. Di antara bentuk kesyirikan yang sekarang sedang beredar luas di layar TV adalah program SMS yang diadakan oleh para dukun dan peramal di negeri kita. Maka berhati-hatilah terhadap mereka. Semoga Allah senantiasa melindungi kita dari bahaya kesyirikan. Wallahu a’lam bishawab.

Sumber: www.majalah-nikah.com

Entry filed under: Fatawa, Tauhid. Tags: , , , , , , , , .

ASTROLOGI DALAM PANDANGAN ISLAM JANGAN “NGAMBEK” BERKEPANJANGAN TERHADAP ORANG YANG DIKASIHI

3 Comments Add your own

  • 1. shofiyah  |  March 11, 2009 at 1:34 pm

    Assalamu’alaykum
    “Seandainya mereka menyekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. Al An’am : 88)

    mohon di kritik klo ada kata-kata yang tidak berkenan..,

    Reply
    • 2. rismaka  |  March 11, 2009 at 1:37 pm

      Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh
      Afwan, kata2 yang mana?

      Reply
  • 3. nenyok  |  March 12, 2009 at 7:52 pm

    salam
    Haiyah gw siy emang ga percaya, nonsen lah…

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


CATATAN KECILKU

Assalamu'alaikum.

Selamat datang di Rismaka On WordPress.

Free Page Rank Tool

DOWNLOAD

Download Ebook Islami Bermanhaj Salaf Download Aplikasi Java Islami download update terbaru antivirus PCMAV

Tempat Backup Gratis

dropbox-banner

RSS RISOFTE

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Rismaka’s Weblog

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Shaquille Punya Blog

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Blog Stats

  • 66,841 hits

RSS Download PCMAV Terbaru

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

%d bloggers like this: