Siapakah yang Harus Bertanggung Jawab?!

March 27, 2009 at 7:00 am 4 comments

Ada sebuah realita yang tidak bisa kita pungkiri yang terjadi pada sebagian “ikhwan” dan “Akhwat” yang bermanhaj salaf. yaitu sebuah realita merebaknya penyakit futur (kelemahan dalam beragama), sebuah fenomena yang terjadi pada masa dimana gelombang fitnah dan syahwat menenggelamkan sebagian dari umat islam. banyak penyebab ke-futuran, diantaranya…

  1. traumatik, traumatik dengan sebagian sifat ikhwan salafy yang dinilai keras (tidak salaman, menyapa, meng -hajr…di antara sebagian penyebabnya karena tidak satu taklim dalam kajian, berbeda ustadz, berteman dengan orang-orang hizb). sehingga meng akibatkan rasa futur pada diri ikhwan tersebut dan efeknya adalah antipati dengan seseorang yang menampakkan manhaj salaf. sehingga terkadang ter lontar dari lisan, sebuah perkataan “saya ingin jadi orang awam”… “saya ingin kembali menikmati Musik”… dan beberapa kalimat lain nya yang nampaknya seperti menunjukkan penyesalan nya terhadap hidayah yang telah Allah berikan kepadanya berupa Pemahaman Manhaj Salaf.
  2. Kecewa dengan beberapa sikap ikhwan atau ustadz dalam masalah akhlak atau muamalah. Diantara sifat tersebut: Meminjam buku tidak di kembalikan lah, Perkataan dan perbuatan berbeda, meminjam uang susah di tagih, dan setumpuk Akhlak dan muamalah yang buruk dari sebagian Salafyun. akhirnya terkadang dia bertanya-tanya dalam hati “Ngakunya salafy kok sifat dan Ahlaknya seperti Awamy” pertanyaan dengan tanda tanya yang besar???. Lantas lagi-lagi terlontar perkataan yang menunjukkan rasa penyesalannya terhadap.
  3. Bekerja dengan lingkungan yang kebanyakan awamy. Lokasi bekerja yang tidak baik adalah sebuah tantangan bagi seorang Salafy, bisakah dia tetap bertahan dari gempuran syahwat dan syuhbat.. atau takluk dengan tipu daya syetan yang akhirnya menenggelamkan dia ke dalam lautan syahwat dan syuhbat. maka tak heran terkadang kita menyaksikan dengan mengerut dada, seseorang yang berubah total penampilan dan sikapnya padahal dahulu kala dia adalah orang yang memegang teguh sunnah… atau paling keras sikap nya (terhadap ikhwan salafy, awamy…atau orang-orang yang tidak sepaham dengan dia). akhirnya lingkungan yang buruk… menjadikan dia tak lagi menampakkan bahwa dia sunny. Dan masih banyak lagi segudang permasalahan…yang akhirnya bermuara pada kefuturan

Akhirnya dari penyebab futur itu.. ada sebuah perkataan yang mana seolah-olah menjadi pembenar perbuatannya, seolah-olah dengan perkataan nya itu dia bisa berbuat sekehendaknya….

“SAYA ORANG AWAM”, “SAYA BUKAN IKHWAN LAGI”

Perkataan di atas…sering kita dengar bukan… Tolong beri solusi untuk keadaan yang terjadi sehingga menjadi pelajaran untuk kita dan nasihat bagi ikhwan yang sedang lemah dalam menegakkan sunnah.

Barakaullahufikum

=======================================

Tulisan di atas tersebut merupakan pertanyaan atau pernyataan (???) yang disampaikan oleh seorang ikhwah di sebuah milist mengenai banyaknya salafiyyin yang mengalami kefuturan akibat dari fitnah-fitnah yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Patut dijadikan renungan bagi kita (khususnya bagi kita yang mengaku berjalan di atas manhaj salaf) menyikapi fenomena tersebut. Siapakah yang patut disalahkan? Atau siapa pula yang harus bertanggung jawab terhadap permasalahan ini? Mungkinkah para “juhala” berbaju salafy itu (yang senantiasa mengobarkan api fitnah) yang harus disalahkan? Atau kita-nya kah yang mesti interopeksi akan kemalasan diri ini dalam menuntut ilmu yang berakibat terkenanya diri ini oleh gelombang fitnah yang sedang melanda? Renungkanlah wahai saudaraku…

Allahumma inna as alukal huda wat tuqoo wal ‘afafa wal ghina…

Entry filed under: muhasabah. Tags: , , , , , , .

Surat Syaikh Saliem Ied Al-Hilaly kepada Syaikh Yahya Habaib oh Habaib, Kenapa Engkau Baru Sadar Sekarang?

4 Comments Add your own

  • 1. l5155st™  |  March 27, 2009 at 1:22 pm

    Ini sudah terjadi pada teman saya, yang antum-pun kenal akhi…

    —+++—

    semoga jika dia mampir ke blog ini dan membaca tulisan saya, aku mohon kembali-lah saudaraku…

    jangan engkau berlama – lama dalam kefuturan dan kemalasan-mu…

    semoga qita dijaga Allah dari fitnah – fitnah yang kini melanda di sekitar kita…

    Reply
  • 2. abang  |  March 31, 2009 at 1:29 pm

    Nice posting …!!!
    hal-hal yang mungkin sederhana, tp sering terlupakan karena dianggap biasa …

    Salam

    Reply
  • 3. Ummu Harun  |  April 2, 2009 at 12:19 pm

    Bismillah,

    Suami saya pun demikian. 9 tahun lalu aktif di Dakwah Tarbiyah Kampus (IM) lalu mengenal dakwah Jamaah Tabligh, seketika itu dibenci dengan temen-temennya. ketika 5 tahun lalu kenal dengan Salafy ia pun dibenci temen2 JT nya. Ketika tahun 2007 ia mulai paham apa itu Surury dan berniat meninggalkanya iapun dibenci dengan temen2 ngajinya ahirnya ia ngaji di “dua tempat”. Ditempat yang satu dibenci karena ia masih akrab dengan Surury dan di tempat yang satu dibenci karena ia sudah “termakan fitnah” Hingga ahirnya ia SUDAH NDAK MAU NGAJI LAGI. Puncaknya ketika dia jadi artis bintang tamu selama 2 episode di Blog FAKTA yang Haddady itu.

    Maka saya beliin dia kaset mp3 yang buannyak supaya dia dengerin di rumah daripada ndak ngaji lagi…. dah gitu ndak lama kemudian dikirimin sama akhuna Ahmad Al Makassari http://ashthy.wordpress.com dan dikasih hadiah sama Tasjilat Al Atsary berupa kaset2 Al ustadz Dzulqarnain.

    Kemudian setelah itu dia mulai ziaroh ke rumah temen2 ngajinya dia di Salafy dan mulai meminta nasihat kepada para asatidzah Salafy, dan setelah itu final dia untuk menjadi diri sediri maka jadilah ia Salafy.

    Maka Kuncinya di sini adalah:
    1. hendaklah semua problem tidak disimpan sendiri melainkan curhat kepada teman hidup
    2. Meminta nasihat kepada ahli ilmu (baik temen ngaji maupun Asatidzah). INI PENTING !!
    3. Hendaklah ia berdoa kepada Allah supaya tidak diombang-ambingkan oleh Syaithan yang memang berencana menyesatkan manusia dari jalan yang lurus dan ndak pernah ridho jika ia mendapat hidayah dari Allah Azza wajalla
    4. Menjauhlah dari hal-hal yang mendekati fitnah dan syubhat menuju hal2 yang murni jauh dari fitnah dan syubuhat

    Wallahu a’lam.

    Reply
  • 4. adjhee  |  April 16, 2009 at 3:56 pm

    konstruktif tulisannya…

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


CATATAN KECILKU

Assalamu'alaikum.

Selamat datang di Rismaka On WordPress.

Free Page Rank Tool

DOWNLOAD

Download Ebook Islami Bermanhaj Salaf Download Aplikasi Java Islami download update terbaru antivirus PCMAV

Tempat Backup Gratis

dropbox-banner

RSS RISOFTE

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Rismaka’s Weblog

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Shaquille Punya Blog

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Blog Stats

  • 66,841 hits

RSS Download PCMAV Terbaru

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

%d bloggers like this: